
MANGGARAI NTT, Pelita.co- Kesedihan guru Paud adalah kesedihan Himpaudi. Mungkin ungkapan ini bisa menggambarkan betapa besarnya solidaritas keluarga besar organisasi Himpaudi Pengurus Wilayah (PW) NTT dan Pengurus Daerah (PD) kabupaten Manggarai yang begitu peduli terhadap setiap derita yang dialami anggotanya
Aksi solidaritas ini diwujudkan dengan tindakan nyata melalui penyerahan bantuan sembako bagi sejumlah guru Paud non formal di kabupaten Manggarai yang terdampak gempa Flores bermagnitudo 7,7 SR yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu
Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi provinsi NTT, Yahya Baksuni,SE turun langsung menyerahkan bantuan tersebut didampingi Sekretaris PW Himpaudi NTT, Esti Meliani Boimau,S,PD, Ketua Biro Organisasi, Yeremias Liunokas, A,MD, ketua Pengurus Daerah Himpaudi kabupaten Manggarai, Yustina Iman, S. Pd beserta sejumlah pengurus lainnya
Penyaluran bantuan ini difokuskan bagi guru Paud di kecamatan Langke Rembong dan kecamatan Wae Rii sebanyak 20 orang dengan rincian Langke Rembong 4 orang, kecamatan Wae Rii 16 orang
Bantuan bagi guru Paud di kecamatan Langke Rembong diserahterimakan langsung di Sekretariat PD Himpaudi kabupaten Manggarai di Ruteng
Hadir dalam kesempatan itu Kabid PNF dan Paud non formal Dinas PPO kabupaten Manggarai yang juga ikut menyerahkan bantuan
Baca Juga: Percepat Penyaluran Bantuan Bencana NTT, Mendagri Minta Pemda Segera Penuhi Kebutuhan Warga
Sementara di kecamatan Wae Rii dipusatkan di Paud Damai Sejahtera desa Satar Ngkeling
Ini merupakan kali kedua Himpaudi menyalurkan bantuan setelah sebelumnya bantuan yang sama disalurkan bagi 22 orang guru Paud di kabupaten Manggarai
Yahya Baksuni dan rombongan tiba di Sekretariat Himpaudi kabupaten Manggarai disambut Kabid PNF dan Paud non Formal Dinas PPO kabupaten Manggarai bersama ketua dan anggota PD Himpaudi kabupaten Manggarai
Di Paud Damai Sejahtera desa Satar Ngkeling kecamatan Wae Rii, rombongan PW Himpaudi NTT dan PD Himpaudi kabupaten Manggarai disambut antusias oleh anak anak Paud bersama para guru serta orang tua murid yang menunggu sejak pagi hari
Tiba di tenda darurat Paud Damai Sejahtera itu, Yahya dan rombongan langsung berbaur dengan anak anak dan para guru sambil menyanyi bersama
Kedatangan Yahya dan rombongan disambut antusias penuh bangga dan semangat oleh para guru dan anak Paud Damai Sejahtera, bahkan juga disambut secara tata budaya Manggarai
Baca Juga: Mendagri Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa
Setelah beberapa saat bercengkerama bersama anak Paud, Yahya kemudian menyerahkan bantuan kepada guru Paud non formal dan dilakukan secara bergantian dengan rombongan lainnya
Salah satu di antara penerima bantuan tersebut mengalami patah tulang lengan kiri akibat gempa bulan Agustus lalu itu
Selain sembako, dalam kunjungan itu Yahya juga memberikan amplop berisi sejumlah uang sekedar untuk membeli jajan anak anak Paud
Dalam kunjungannya kali ini, Yahya juga berkesempatan menjenguk salah satu guru Paud asal Jaong kecamatan Satar Mese yang terbaring tanpa sadar di Rumah Sakit Lapangan Bandara Frans Sales Lega Ruteng akibat trauma berat pasca gempa merubuhkan rumah miliknya
Yahya yang saat itu ditemani Kabid PNF dan Paud non formal Dinas PPO kabupaten Manggarai, Ketua PD Himpaudi kabupaten Manggarai, Yustina Iman juga menyerahkan bingkisan berupa amplop berisi uang kepada suaminya yang terpantau setia menjaga di sampingnya. Bingkisan yang sama juga terlihat diserahkan oleh ketua PD Himpaudi kabupaten Manggarai Yustina Iman
Ini adalah bentuk kepedulian organisasi Himpaudi atas dasar satu rasa, meski kemudian di sore harinya tersiar kabar bahwa sang guru Paud yang telah berminggu Minggu dirawat di RS itu telah meninggal dunia
Ketua PW Himpaudi NTT, Yahya Baksuni mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk memastikan kondisi guru dan anak Paud, gedung sekolah serta aktivitasnya
“Kehadiran saya sebagai ketua Himpaudi NTT di sini untuk mengunjungi teman teman yang kena bencana. Saya harus pastikan apakah mereka sehat atau bagaimana, kemudian aktivitasnya seperti apa, apakah lembaga atau rumah mereka rusak atau bagaimana, saya harus lihat langsung kondisi di wilayah kabupaten Manggarai” ungkap Yahya
Selain itu kehadirannya juga untuk memberikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dari Himpaudi terhadap guru Paud yang terdampak gempa
Bantuan tersebut tambahnya merupakan kerja sama atau patungan dari PW Himpaudi NTT, PW Jawa Timur, PW Jawa Tengah, PW Daerah Istimewa Yogyakarta
Ia mengungkapkan terimakasih kepada Pemkab Manggarai terutama Kabid PNF dan Paud Non Formal Dinas PPO kabupaten Manggarai karena dinilai telah memberikan dukungan kepada guru Paud dan Himpaudi kabupaten Manggarai
Himpaudi tambahnya merupakan rumah bersama. Oleh karena itu Ia meminta untuk saling membantu satu sama lain serta menjadikannya sebagai tempat menyelesaikan setiap persoalan
Terkait kesejahteraan dan kesetaraan guru Paud yang sebelumnya dikemukakan ketua PD Himpaudi kabupaten Manggarai, Yustina Iman, Yahya mengatakan bahwa pihaknya telah beraudiensi dengan Komisi X DPR RI untuk merubah Undang Undang Sisdiknas tentang kesetaraan dan kesejahteraan, perlindungan dan pemberdayaan guru Paud di NTT sehingga tidak lagi ada guru Paud formal dan guru Paud non formal agar haknya sebagai guru Paud itu sama
Kepala Bidang PNF dan Paud Non Formal Dinas PPO kabupaten Manggarai mengungkapkan bahwa hingga saat ini guru dan anak Paud sama sekali belum menerima bantuan
”Sampai saat ini bantuan untuk guru guru Paud dan murid yang terdampak saja sama sekali belum ada bahkan ada yang patah kaki dan tangan” ungkapnya
Bahkan bantuan tenda yang sebelumnya untuk Paud namun justru diberikan kepada SD
Ia memaparkan bahwa data terakhir menunjukan 71 lembaga Paud di kabupaten Manggarai terdampak gempa, dua puluh lebih di antaranya mengalami rusak berat
Sejauh ini tambahnya, Lembaga Paud di kabupaten Manggarai masih menggunakan rumah pribadi. Ia berharap kehadiran ketua PW Himpaudi NTT dan rombongan memberikan suasana baru yang lebih bagus bagi Paud ke depannya

Sementara itu, ketua PD Himpaudi kabupaten Manggarai, Yustina Iman mengungkapkan terimakasih kepada ketua PW Himpaudi NTT dan tim nya
”Pertama saya menyampaikan terimakasih kepada pak Yahya sebagai ketua Himpaudi provinsi NTT beserta tim yang telah menggerakkan teman teman untuk peduli” ungkap Yustin
Kehadiran Yahya dan rombongan menurutnya oleh karena kepedulian yang besar terhadap guru Paud non formal di kabupaten Manggarai yang terdampak gempa
Yustin mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan memang tidak seberapa namun cinta mereka lebih besar dan sangat berarti bagi penerima di tengah kondisi tidak menentu pasca gempa ini
”Mungkin bantuan yang kita salurkan sangat kecil tetapi cinta kita yang besar dan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan” ujarnya
Yustin menambahkan bahwa bantuan itu fokus bagi guru Paud non formal yang rumahnya terkena dampak gempa berdasarkan pendataan yang dilakukan tim Himpaudi kecamatan
Ia juga menyinggung soal Keberadaan guru Paud non formal yang masih diakui negara. Secara regulasi kata Yustin, guru Paud non formal memang tidak diakui negara namun Ia meyakini banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap guru Paud non formal hingga pada saat yang tepat akan mendapatkan hak nya
Ketua Pengurus Himpaudi kecamatan Wae Rii, Viktoria Tolia Setia yang juga merupakan Kepala Paud Damai Sejahtera desa Satar Ngkeling mengungkapkan bahwa kehadiran ketua PW Himpaudi NTT dan rombongan sangat berarti baginya dan para guru
”Kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak ketua Himpaudi provinsi NTT bersama rombongan. Kehadiran Bapak Ibu sangat berarti bagi kami” ujar Viktoria
Di lain pihak, guru Paud Bintang Kejora Poco, Suster Avi DW mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut
“Saya mewakili teman teman,menyampaikan terimakasih atas bantuan dari Himpaudi ini Kami sangat bersyukur, bukan soal sembakonya saja tetapi kehadiran dari Bapa mama memberikan kami dukungan untuk lebih semangat dalam mencerdaskan anak bangsa ini” ujar Suster Avi













