Beranda Tekno

SMK Muhammadiyah Purwodadi Dorong Guru Melek Teknologi dan Wirausaha Lewat IHT Deep Learning

PURWOREJO, pelita.co – SMK Muhammadiyah Purwodadi,  (Esemkapurwa) Purworejo, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Melalui kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Implementasi Deep Learning dan Kewirausahaan dalam Pendidikan Vokasi“, dalam IHT ini para guru dibekali wawasan baru untuk menyongsong tantangan dunia pendidikan yang makin dinamis, Kamis (3/7/2025).

Kegiatan yang digelar di Esemkapurwa ini secara resmi dibuka oleh H. Achmad Chamdani, M.Pd, Pengawas SMK dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terobosan sekolah dalam menyelenggarakan pelatihan yang sejalan dengan perkembangan zaman.

“Guru-guru harus terus meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam penguasaan teknologi pembelajaran dan penguatan karakter kewirausahaan. Lulusan SMK dituntut siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Peseta IHT foto bersama dengan narasumber dan pengawas SMK,  H. Achmad Chamdani, M.Pd, Kamis (3/7/2025)

Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Sumarjo, M.Pd.I, menekankan bahwa IHT ini menjadi momen refleksi dan transformasi pembelajaran di sekolah. Ia berharap para guru dapat menerapkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

“Harapan kami, setelah mengikuti IHT ini, guru mampu menyelaraskan pembelajaran dengan realita industri dan karakter siswa, sehingga lulusan benar-benar siap kerja, kuliah, dan berwirausaha,” jelasnya.

IHT ini terbagi dalam tiga sesi padat materi. Sesi pertama menghadirkan Dwi Jatmoko, dosen Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), yang mengupas tuntas tentang konsep deep learning dan penerapannya dalam pembelajaran SMK. Suasana kelas berlangsung interaktif, dipenuhi antusiasme peserta sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Sesi kedua menghadirkan Arief Hanung Budianto, Tour Leader dari Eagle Global Route Yogyakarta, yang membahas pentingnya sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor pariwisata. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri (DUDI) agar pembelajaran lebih aplikatif dan kontekstual.

Sesi ketiga diisi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Muhammadiyah Purwodadi yang memaparkan strategi teknis penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Materi ini menyoroti integrasi pendekatan deep learning, transformasi digital, dan pembelajaran berbasis proyek sebagai langkah nyata peningkatan mutu.

Dengan terselenggaranya IHT ini, Esemkapurwa menegaskan langkahnya menuju sekolah vokasi unggulan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan tuntutan industri. Diharapkan, para guru semakin siap menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan vokasi yang inovatif dan berdaya saing global.