Wisuda 548 Lulusan, Rektor UMPWR Dorong Alumni Terus Tumbuh, Tangguh, dan Berpengaruh

PURWOREJO, pelita.co – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) mewisuda 548 lulusan program sarjana dan magister dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/10/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 lulusan merupakan wisudawati dan 198 lainnya wisudawan. UMPWR membagi prosesi wisuda menjadi dua sesi berdasarkan fakultas, yakni 219 lulusan pada Jumat dan 329 lulusan pada Sabtu.

Pada hari pertama, UMPWR mewisuda lulusan Fakultas Psikologi, Hukum, dan Ilmu Sosial (FPHIS), Fakultas Ekonomi (FE), serta Fakultas Teknik (FT). Sementara pada hari kedua, prosesi diikuti lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Pertanian (Faperta), termasuk lulusan program Magister Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Rektor UMPWR, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., mengajak para lulusan menjadikan wisuda sebagai awal perjalanan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ajakan tersebut sejalan dengan tema wisuda tahun ini, “Tumbuh, Tangguh, Berpengaruh.” Tema tersebut mencerminkan harapan UMPWR agar para alumni mampu mengikuti perubahan zaman, menghadapi tantangan, dan menciptakan dampak positif di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Teguh menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir pendidikan. Para alumni justru perlu terus mengasah kemampuan, mengamalkan ilmu, menjaga integritas, dan menjalankan tanggung jawab sosial setelah meninggalkan bangku kuliah.

Baca Juga: Milad ke-62, UMPWR Pamer Kinerja 128 Persen dan 8 Prodi Berstatus Unggul

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus mengubah dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, para lulusan harus terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta memanfaatkan teknologi secara kreatif agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan zaman.

Teguh turut mendorong alumni untuk tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan gagasan, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Selain menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat, Rektor mengingatkan para lulusan agar membangun ketangguhan dalam menghadapi perjalanan setelah kuliah. Ia memahami bahwa setiap alumni memiliki jalan berbeda, mulai dari memperoleh pekerjaan, melanjutkan pendidikan, merintis usaha, hingga menghadapi kegagalan sebelum menemukan peluang yang tepat.

Karena itu, ia meminta para lulusan untuk tidak mudah menyerah ketika menemui hambatan.

“Kegagalan tidak selalu berarti bahwa kita berada di jalan yang salah. Kadang-kadang kegagalan justru memberi kita kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mencoba dengan cara yang lebih baik,” pesannya.

Baca Juga: UMPwr Sambut 800-an Mahasiswa Baru, Tegaskan Komitmen Kampus Inklusif dan Berkarakter

Teguh juga mengajak alumni mengukur keberhasilan bukan hanya berdasarkan jabatan, penghasilan, atau tempat bekerja, melainkan melalui manfaat yang mereka berikan kepada orang lain.

Ia mencontohkan, guru dapat membentuk masa depan peserta didik, pengusaha mampu membuka lapangan kerja, tenaga profesional dapat menghadirkan solusi melalui keahliannya, sedangkan peneliti berperan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan di UMPWR, para lulusan diharapkan mampu menghasilkan karya, menjalankan pengabdian, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dalam wisuda periode ini, UMPWR mencatat 394 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude. Kampus juga memberikan perhatian terhadap prestasi lulusan terbaik dari setiap program studi, termasuk lulusan termuda dan tertua.

Predikat wisudawan termuda diraih Dina Olivia dari Program Studi Manajemen. Lahir di Purworejo pada 21 Februari 2006, Dina berusia 20 tahun saat mengikuti wisuda.

Sementara itu, wisudawan tertua adalah Afsya Meylaningsih dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika, yang lahir di Pemalang pada 28 Mei 1982.

UMPWR juga meluluskan 143 mahasiswa melalui jalur tanpa skripsi atau tanpa ujian skripsi sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Komitmen kampus dalam mendorong pendidikan inklusif turut terlihat melalui keikutsertaan enam lulusan penyandang disabilitas. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Agribisnis.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung, mendoakan, serta berkorban demi keberhasilan para mahasiswa. Ia juga mengapresiasi dosen dan tenaga kependidikan yang telah membimbing mahasiswa hingga menyelesaikan studi.

Ia berpesan agar para alumni terus menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap karya dan pengabdian.

Menurut Teguh, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh jumlah mahasiswa yang diwisuda, tetapi juga oleh kemampuan alumninya menerapkan ilmu dan nilai-nilai pendidikan untuk membantu masyarakat.

Melalui wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 ini, UMPWR berharap 548 lulusan mampu melanjutkan perjalanan dengan terus bertumbuh, menghadapi tantangan secara tangguh, dan menciptakan pengaruh positif melalui karya serta pengabdian bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.