Tragis! Tiga Pemotor Tewas Tertabrak KA Taksaka di Kebumen, Diduga Terobos Palang Perlintasan

Ket foto: Petugas saat mengevakuasi korban tertemper Kereta Api

KEBUMEN, pelita.co – Tragedi memilukan terjadi di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 540 wilayah Stasiun Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jumat (19/6/2026) malam. Kereta Api Taksaka relasi Yogyakarta–Gambir menabrak sepeda motor yang diduga menerobos palang pintu yang telah tertutup.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.08 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut ditumpangi tiga orang. Saat kereta melintas, kendaraan roda dua itu diduga tetap memaksa melintasi perlintasan meski palang pintu sudah dalam posisi tertutup.
Benturan keras tak terhindarkan. Ketiga pengendara dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selanjutnya, para korban dievakuasi ke RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk penanganan lebih lanjut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas insiden yang merenggut tiga nyawa tersebut.

Advertisement

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengimbau masyarakat agar selalu disiplin dan mematuhi seluruh rambu serta aturan keselamatan ketika melintas di perlintasan sebidang.

“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau pengendara untuk sabar, tidak terburu-buru, serta selalu waspada saat akan melintas,” ujarnya.

As’ad menegaskan, kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang dan tidak dapat berhenti secara mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang panjang.

Baca Juga: WNA Asal Nigeria Terlibat Penipuan Online di Kebumen, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan menerobos perlintasan demi keselamatan bersama. Sesaat menunggu jauh lebih berharga daripada kehilangan nyawa,” katanya.

KAI juga memastikan tidak ada korban maupun penumpang yang mengalami cedera dalam perjalanan KA Taksaka. Kru kereta dalam kondisi selamat, dan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan normal tanpa menyebabkan keterlambatan layanan.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat bahwa kelalaian beberapa detik di perlintasan kereta api dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, melainkan ikhtiar untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang-orang tercinta.

 

 

 

Baca Juga: Aksi Tawuran Digagalkan, 11 Remaja di Kebumen Diamankan Polisi

Advertisement