
MANGGARAI BARAT NTT, Pelita.co- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Compang Pacar, kecamatan Pacar kabupaten Manggarai Barat provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memberikan pelayanan maksimal kepada Penerima Manfaat (PM) Makanan Bergizi Gratis (MBG)
Pelayanan maksimal itu dibuktikan dengan tingginya komitmen SPPG Compang Pacar dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kontinuitas ketersediaan MBG
Pelayanan maksimal di SPPG Compang ini dibarengi dengan kualitas makanan yang tentunya higenis sehingga layak dikonsumsi
SPPG yang berlokasi di Ndekar desa Compang kecamatan Pacar ini sangat memperhatikan kualitas makanan dan menjadikan itu sebagai prioritas
Menu makanan yang disajikan seperti lauk, sayur dan buah dipastikan sesuai standar atau ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN)
Sistem penyimpanan bahan baku dan pengolahannya yang didukung fasilitas memadai, ketersediaan air bersih, gedung serta lingkungan yang bersih menjadikan kualitas MBG di SPPG Compang Pacar ini terjamin, didukung Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni yang bertanggungjawab di bidang masing masing
Baca Juga: Dua Cakades Lajang Barat Telah Ditetapkan Dan Resmi Kantongi Nomor Urut, Panitia Tegaskan Netralitas
Untuk memastikan makanan layak konsumsi, pihak SPPG Compang terlebih dahulu mengecek dan mencoba sebelum didistribusikan
Letak SPPG Compang Pacar ini sangat strategis, berada di jalur umum simpang Noa – Hita – Rego sehingga memudahkan pasokan bahan baku serta alur pendistribusian MBG
Kepala SPPG Compang Pacar, Rivaldus Bambang Parera mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak mengalami kendala, baik terkait pasokan bahan baku maupun pendistribusian MBG
”Tidak ada. Sampai saat ini tidak ada kendala, pasokan bahan baku lancar, distribusi MBG juga tidak ada kendala berarti” ungkap Rivaldus kepada media ini di kantornya yang saat itu didampingi Aslap, Yustina Fitriani Kristiawati. Kamis 7 Agustus 2826
Rivaldus mengatakan sejauh ini pihaknya tidak pernah mendapat komplain dari penerima manfaat terkait menu dan kualitas makanan
Meski begitu Ia mengaku terkadang mengalami keterlambatan pendistribusian MBG
Baca Juga: Cakades Manong, Dionisius Jatong Kantongi Nomor Urut 2
Hal itu menurutnya disebabkan karena keterbatasan jumlah kendaraan (mobil) distribusi ditambah jarak dan topografi yang cukup sulit
Keterlambatan itu telah diantisipasi dengan melakukan pendistribusian lebih awal yaitu Pkl. 08.00 WITA setiap hari
SPPG Compang Pacar berkomitmen akan tetap menjaga kualitas serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
SPPG yang sudah beroperasi sejak Maret 2026 ini melayani 2.882 penerima manfaat yang tersebar di beberapa sekolah dan komunitas masyarakat lainnya
Data yang diperoleh media ini menunjukan SPPG Compang Pacar melayani total 2.882 Penerima Manfaat (PM) yang terdiri dari anak sekolah, Balita, ibu hamil dan ibu menyusui
Penerima Manfaat ini tersebar di beberapa sekolah dan posyandu dengan rincian 9 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 7 Sekolah Dasar (SD), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 11 posyandu
Sekolah Paud terdiri dari Paud Lentera Hati, Paud Gloria Kake, Paud Nurani Compang, Paud Nurani Rembong, Paud Cahaya Nusantara, Paud Mawe, Paud Manong Simpang 3, Paud Tunas Harapan, Paud Tunas Baru dengan total 281 PM
SD antara lain SDN Dangka, SDN Bea Torok, SDK Puing, SDK Compang, SDI Watu Wangka, SDK Tuwa, SDI Kompol, jumlah penerima 969 PM
SMP; SMPN 6 Pacar dan SMPN 3 Pacar dengan jumlah 486 PM
Sedangkan SMA yaitu SMAN 1 Pacar dengan jumlah penerima sebanyak 631 orang
Sementara dari posyandu sebanyak 515 PM yang tersebar di Posyandu Compang, Posyandu Dangka, Posyandu Wulang, Posyandu Watu Wangka, Posyandu Lando, Posyandu Mawe, Posyandu Helung, Posyandu Kompol, Posyandu Lajang, Posyandu Tuwa dan Posyandu Noa
Pengoperasian SPPG Compang Pacar ini menyerap setidaknya lebih dari 40 orang tenaga kerja
Rivaldus menyebut SPPG yang dipimpinnya itu mempekerjakan 3 orang pegawai dan 48 relawan
Dengan demikian keberadaan SPPG Compang ini membawa dampak positif, tidak hanya bagi penerima manfaat tetapi jug masyarakat luas sehingga perlu didukung agar tetap eksis













