
SUMUT,Pelita.co – Pelaksanaan kejuaraan balap mobil tingkat internasional, Sumatera Utara (Sumut) Rally 2026, yang menjadi Putaran ke-3 FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) sekaligus Putaran ke-4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally IMI, telah sukses diselenggarakan pada 7 hingga 9 Agustus 2026.
Berlokasi di kawasan perkebunan teh PTPN IV Regional II Unit Tobasari dan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi otomotif bagi para pereli, melainkan turut memberikan dorongan ekonomi yang positif bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.
Pelepasan peserta kejuaraan ini sebelumnya dilakukan di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, pada Jumat (7/8/2026).
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara, H Harun Mustafa menyampaikan, reli diikuti 45 peserta, yang terdiri dari beberapa kelas. Ada enam pereli yang berasal dari sejumlah negara, seperti Prancis, India, dan Malaysia.
Tingginya partisipasi peserta dari dalam dan luar negeri ini menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran 45 tim balap beserta ratusan kru mekanik, ofisial, dan ribuan penonton selama akhir pekan, memicu perputaran uang yang diestimasikan mencapai miliaran rupiah.
Perputaran ekonomi tersebut mengalir langsung ke berbagai sektor riil di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar. Hal ini terlihat dari tingkat hunian penginapan dan hotel yang mengalami lonjakan okupansi secara tajam, meningkatnya permintaan jasa transportasi, hingga naiknya omzet para pelaku UMKM kuliner, warung kopi, dan pedagang suvenir yang membuka lapak di sekitar kawasan special stage (SS) perkebunan teh.
Baca Juga: Temui Gubernur Mahyeldi, PTPN IV PalmCo Selaraskan Operasional Perusahaan dengan Pembangunan Daerah
Musa Rajekshah selaku Ketua Dewan Pembina IMI Sumut menyampaikan, pelaksanaan reli ini tidak semudah dari kegiatan otomotif yang lain. Reli ini termasuk salah satu cabang olah raga di bawah IMI, yang memang memakan biaya cukup besar, serta banyaknya pihak yang harus terlibat, karena bukan di dalam sirkuit.
Lebih lanjut, pereli yang juga berhasil keluar sebagai Juara Pertama pada ajang APRC Sumut 2026 ini menegaskan bahwa ada tujuan yang lebih besar di balik penyelenggaraan kompetisi ini. Dikatakan, kegiatan ini bukan sekadar melampiaskan hobi, melainkan juga mempromosikan pariwisata Danau Toba dan meningkatkan ekonomi rakyat.
Dukungan Konsisten PTPN IV PalmCo
Keberhasilan pemanfaatan kawasan perkebunan sebagai arena balap internasional ini tidak terlepas dari dukungan PTPN IV PalmCo. Optimalisasi aset perkebunan ini merupakan bentuk kolaborasi aktif perusahaan terhadap pengembangan ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism) di Sumatera Utara.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama untuk program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Penyediaan lahan perkebunan teh di Simalungun sebagai lintasan reli merupakan bentuk komitmen PTPN IV PalmCo dalam mendukung inisiatif strategis pemerintah dan IMI. Kami menyadari bahwa aset BUMN ini memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi. Kehadiran kompetisi sebesar APRC terbukti mampu menjadi katalis perputaran uang yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM dan masyarakat desa setempat,” jelas Jatmiko.
Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam kejuaraan reli merupakan wujud konsistensi perusahaan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan kebun teh PalmCo juga secara rutin dipercaya sebagai arena balap Kejurnas Rally maupun APRC.
Dukungan berkesinambungan terhadap penyediaan lintasan yang menantang ini sejalan dengan peta jalan IMI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mematangkan kesiapan daerah dalam mengembalikan seri World Rally Championship (WRC) ke Tanah Air.
Kesuksesan penyelenggaraan Sumut Rally 2026 di kawasan perkebunan PTPN IV PalmCo membuktikan bahwa sinergi lintas sektor efektif dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang produktif, membawa nama baik daerah ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga di kawasan penyangga Danau Toba.(rls)













