SMK YPP Deklarasikan Anti Kekerasan dan Guyup Rukun

Ket foto: Penandatanganan ikrar anti kekerasan oleh Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, serta sejumlah pihak terkait dan Para siswa , Kamis (13/9/2026)

PURWOREJO, pelita.co,— SMK YPP Purworejo menggelar Deklarasi Anti Kekerasan dan Guyup Rukun di Aula Indoor sekolah, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, harmonis, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Deklarasi dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan (YPP) Joko Priono, Kepala LPKA melalui Kasubsi Bimkemas PA Warjito, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Achmad Chamdani, Ketua Komite Suratman, Kepala SMK YPP Mugi Widodo, perwakilan FKUB Muhamad Haidar, serta Polres yang diwakili Iptu Eko.

Ketua panitia Abdul Karim mengatakan, deklarasi tersebut dilakukan untuk menyosialisasikan kepada seluruh warga SMK YPP mengenai pentingnya mengutuk keras segala bentuk kekerasan, baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal sekolah.

“Deklarasi ini juga untuk mengingatkan siswa agar lebih berhati-hati dalam pergaulan, sehingga tidak terjerumus pada tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain dan berujung pada sanksi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, SMK YPP mendukung program pemerintah dalam membangun budaya guyup dan rukun. Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.

Ikrar Anti Kekerasan dibacakan oleh salah seorang siswa dan diikuti seluruh peserta, Kamis (13/8/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Ikrar Anti Kekerasan dibacakan oleh salah seorang siswa dan diikuti seluruh peserta. Deklarasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan oleh Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, serta sejumlah pihak terkait. Para siswa juga turut membubuhkan tanda tangan pada banner Deklarasi Anti Kekerasan dan Guyup Rukun yang telah disediakan.

Baca Juga: Sahroni Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin

Ketua Yayasan YPP Joko Priono mengatakan, pihak yayasan dan sekolah terus berupaya menyediakan berbagai kegiatan positif bagi siswa. Selain fasilitas indoor, sekolah juga memiliki lapangan sepak bola yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan pembinaan siswa.

“Kami akan mendatangkan pelatih, termasuk untuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Sekolah dan yayasan tidak henti-hentinya memberikan keterampilan kepada siswa yang diharapkan dapat berguna bagi mereka di masa mendatang,” katanya.

Menurutnya, pembinaan siswa tidak hanya dilakukan melalui kegiatan akademik, tetapi juga dengan memberikan pengalaman dan wawasan mengenai kehidupan sosial. Sebelumnya, para siswa SMK YPP juga telah melakukan kunjungan ke LPKA Anak.

Sementara itu, Pengawas SMK Cabdin Wilayah VIII Achmad Chamdani mengapresiasi langkah SMK YPP yang telah menggelar deklarasi tersebut.

“Atas nama Cabdin 8, kami mengapresiasi SMK YPP yang mendeklarasikan anti kekerasan. Namun, jangan sampai deklarasi ini hanya sebatas seremonial. Harus benar-benar diaplikasikan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa, sesama siswa, maupun dengan masyarakat. Menurutnya, dari sekitar 40 SMK di Purworejo, baru beberapa sekolah yang telah melakukan deklarasi anti kekerasan, dan SMK YPP menjadi salah satunya.

Baca Juga: BNN, Kemensos, Kemenkes, dan Kemenaker Teken MoU Penanganan Korban Napza

Chamdani juga berpesan kepada para siswa agar terus berdoa, meminta doa dan restu kedua orang tua, serta tidak berhenti berusaha dan berikhtiar.

“Setelah berusaha dan berikhtiar, jangan lupa bertawakal. Jadikan doa orang tua sebagai kekuatan untuk meraih masa depan,” pesannya.

Kepala SMK YPP Mugi Widodo menilai antusiasme siswa dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga dan melaksanakan isi deklarasi secara konsisten.

Ia menjelaskan, visi SMK YPP adalah mencetak sumber daya manusia yang profesional, berkarakter, serta dilandasi iman dan takwa yang kuat untuk menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Salah satu penjabaran misi kami adalah menciptakan pembelajaran yang ramah dan aman. Guyup rukun artinya kita harus bersatu dalam hal-hal yang positif. Sedangkan anti kekerasan berarti berani menolak segala bentuk kekerasan, baik melalui ucapan, perbuatan maupun tindakan,” jelasnya.

Mugi mengajak seluruh siswa memulai komitmen tersebut dari diri sendiri. Deklarasi yang telah diikrarkan diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan banner, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi dan pembinaan dari narasumber dari Polres, LPKA, dan FKUB. Para siswa diajak memahami dampak kekerasan, pentingnya menjaga pergaulan, serta membangun toleransi dan kerukunan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui deklarasi ini, SMK YPP menegaskan komitmennya untuk menciptakan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi dan keterampilan, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, mampu menghargai sesama, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan.