Kunjungi Manggarai, Ketua Umum IGTKI Berikan Penguatan Dan Menyerahkan Bantuan Kepada Guru TK Terdampak Gempa Flores

Penyambutan Ketua Umum IGTKI Dan Rombongan Oleh IGTKI Kabupaten Manggarai Dan Manggarai Timur Di TK Santa Clara Di Redong Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai NTT

MANGGARAI NTT, Pelita. co- Guru Taman Kanak Kanak atau guru TK yang tergabung dalam Ikatan guru Taman Kana Kanak Indonesia (IGTKI) kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat perhatian serius dari Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) terutama yang rumahnya terdampak gempa Flores 15 Agustus 2026 lalu

Perhatian itu dibuktikan dengan adanya kunjungan, Ketua Umum IGTKI-PGRI Pusat Eka Putri Handayani, M.Pd., Pembina IGTKI-PGRI Prof. Dr. Sofia Hartanti, M.Si., didampingi Ketua IGTKI-PGRI Provinsi NTT Monika D.P. Malelak, S.Pd

Rombongan ketua umum IGTKI ini diterima ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Manggarai, Regina Sisilia Jimun, para guru TK dari Manggarai dan Manggarai Timur di TK Santa Clara di Redong, kecamatan Langke Rembong kabupaten Manggarai NTT, Kamis 24 September 2026

Hadir Bunda PAUD Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, Ketua PGRI Kabupaten Manggarai, Simon Manggu

Mengingat gempa susulan yang masih terus terjadi, pertemuan IGTKI pusat dan IGTKI kabupaten Manggarai digelar di tenda di halaman TK Santa Clara

Kunjungan ketua umum IGTKI ini dalam rangka memberikan dukungan serta bantuan kepada para guru TK di kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur yang terdampak gempa dengan total senilai Rp 500 juta

Baca Juga: Hadir Di Tengah Bencana, Bank NTT Berikan Bantuan Uang Tunai Kepada Sejumlah Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng Yang Rumahnya Rubuh Akibat Gempa

Bantuan tersebut diserahkan langsung dengan mendatangi rumah para guru TK terdampak gempa di beberapa titik

Pembina IGTKI-PGRI Pusat, Prof. Dr. Sofia Hartanti, M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan ke Manggarai adalah untuk melihat langsung kondisi guru TK yang terdampak gempa

“Kami hadir untuk merasakan secara langsung dan mengetahui kondisi riil para guru TK di Manggarai,” ungkapnya

Guru Besar Program TK dan PAUD Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menyebut kunjungan itu untuk mempererat silaturahmi dan memberikan dukungan psikologis serta moral kepada para guru

Sofia mengungkapkan pernyataan yang menyemangati dan menguatkan para guru TK terdampak gempa bahwa IGTKI memberikan perhatian serius terhadap mereka meski bantuan yang diberikan tidak banyak

“Bantuan mungkin sedikit, tetapi perhatian kami tidak berkurang untuk teman-teman guru TK yang terdampak gempa,” ujar Sofia

Baca Juga: Wujudkan Kepedulian, PW Himpaudi NTT Bersama PD Himpaudi Manggarai Salurkan Bantuan Bagi Guru Paud Non Formal Terdampak Gempa

Dalam kesempatan yang sama, ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI, Eka Putri Handayani, M.Pd., mengatakan kunjungan itu dalam rangka memberikan bantuan kepada para guru TK terdampak gempa

“Hari ini kami mengunjungi dan memberikan bantuan kepada para guru TK yang terdampak gempa Flores”

Namun bantuan itu diberikan sesuai dengan jenis kerusakan, mulai rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat,” jelas Eka

Eka mengungkapkan rasa empati atas bencana gempa Flores itu dan menyebut bantuan yang disalurkan merupakan sumbangan dari seluruh guru TK SE Indonesia

“Kami guru TK se-Indonesia ikut berduka atas bencana yang terjadi. Bantuan yang kami berikan merupakan sumbangan dari seluruh guru TK di Indonesia. Sebab ada juga guru TK yang terdampak gempa,” ungkap Eka

Ia meminta guru TK tetap berpikir positif dan terus mengembangkan kapasitas diri serta mendorong para guru untuk mengikuti program pengembangan kompetensi, sertifikasi, serta memperbanyak membaca literatur pendidikan

Eka juga mendorong seluruh guru TK untuk bergabung dalam organisasi IGTKI PGRI agar bersama sama memperjuangkan kesejahteraan guru TK itu sendiri

Ia berharap pemerintah memiliki kebijakan yang lebih memperhatikan guru TK dan PAUD

Eka menyebut IGTKI tidak hanya hadir di tengah gempa Flores tetapi juga bagi guru TK lain di seluruh Indonesia yang terdampak bencana

“Di mana pun teman guru TK yang terdampak bencana, insyaallah kami akan hadir di tengah teman sekalian. Di Flores, di NTB, di Kalimantan Selatan, Sumatra dan tempat lainnya,” katanya

Saat ini, IGTKI-PGRI memiliki sekitar 350.000 guru TK di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta didik sekitar 3,5 juta anak

Ketua IGTKI-PGRI Provinsi NTT, Monika D.P. Malelak, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kunjungan Ketua Umum IGTKI-PGRI bersama rombongan ke kabupaten Manggarai yang dinilainya sebagai bentuk dukungan moral, bukan sekedar memberikan bantuan

Ia juga memuji semangat dan kekompakan seluruh guru TK kabupaten Manggarai yang secara mandiri mengadakan jas IGTKI yang dikenakan saat menyambut kunjungan rombongan ketua umum IGTKI itu

Jas warna biru milik IGTKI kabupaten Manggarai itu kata Monika adalah identitas

“Seragam biru ini merupakan identitas kita,” ungkap Monika

Lebih dari itu Monika meminta guru TK di Manggarai dan Manggarai Timur yang hadir dalam kesempatan itu untuk terus menjaga nama baik organisasi dan identitas profesi

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Manggarai, Regina Sisilia Jimun, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa gempa Flores 15 Agustus 2026 lalu itu telah menyebabkan kerusakan banyak rumah warga termasuk rumah guru TK

Bahkan di antaranya ada rumah yang baru dibangun dan belum ditempati tetapi rubuh total akibat gempa. Dengan mengusap air mata Ia menyampaikan hal tersebut sebab rumah itu dibangun dengan dana kredit

Hal itu kata Regina sangat memberatkan kehidupan guru TK selaku pemilik rumah

Sambutan Hangat IGTKI Kabupaten Manggarai Dan Manggarai Timur Atas Kunjungan Ketua Umum IGTKI Saat Tiba Di TK Santa Clara Redong Kecamatan Langke Rembong NTT

Kehadiran Ketua umum IGTKI itu kata Regina menjadi kekuatan tersendiri bagi para guru TK yang terdampak gempa

“Kehadiran ibu dan bapak hari ini merupakan suatu kekuatan dan hiburan yang begitu besar bagi para guru TK yang terdampak gempa Flores di Manggarai,” ungkapnya

Ia berharap agar IGTKI-PGRI terus memberikan dukungan dan perhatian terhadap guru terdampak

“Kami memohon dukungan dan bantuan dari IGTKI-PGRI untuk tidak berhenti sampai di sini saja” kata Regina

Dukungan d perhatian itu diharapkan mengingat gempa susulan masih terus terjadi dan kemungkinan terjadi kerusakan rumah guru TK yang lainnya bisa saja terjadi

Regina mengatakan bahwa data rumah ruak milik guru TK di kabupaten Manggarai yang sebelumnya Ia berikan ke pengurus IGTKI pusat adalah korban gempa pertama magnitudo 7,7 yang terjadi 15 Agustus 2026 lalu sedangkan rumah lain yang rusak akibat gempa susulan belum tercover dalam data tersebut. Oleh karena itu Ia kembali mengusulkan agar bisa menambahkan data kerusakan baru

Usulan itu pun diamini ketua umum IGTKI dan meminta Regina untuk mendata dan menyerahkan kepadanya

Setelah menggelar seremonial penerimaan di TK Santa Clara, ketua umum dan rombongannya didampingi ketua IGTKI provinsi NTT, ketua IGTKI kabupaten Manggarai serta sejumlah pengurus IGTKI kabupaten Manggarai lainnya mendatangi sejumlah rumah guru TK yang rusak parah untuk menyerahkan bantuan

Sebelumnya ketua Umum IGTKI dan rombongan yang tiba di TK Santa Clara didampingi ketua IGTKI NTT ini dijemput ketua dan seluruh pengurus dan anggota IGTKI kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur di depan gerbang masuk TK Santa Clara yang kompak tampil Rai dan elegan mengenakan jas biru

Rombongan dikalungi selendang songket sebagai simbol penerimaan dan penghormatan

Pertemuan itu tampak penuh hangat dalam rasa persaudaraan meski tetap dalam posisi waspada akibat gempa susulan masih terus terjadi

Dalam pernyataan pembuka, MC mengingatkan semua yang hadir untuk tetap tenang, tidak panik jika terjadi gempa sebab tenda yang bertuliskan BNPB di atapnya itu aman