
PURWOREJO, pelita.co – SMK YPP menggelar kegiatan ketarunaan sebagai upaya memperkuat karakter, kedisiplinan, serta kesiapan siswa menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan lapangan Aguna SMK YPP Purworejo ini, mengusung tema “Bangunlah Jiwa dan Raga, Jiwaku Sehat, Ragaku Kuat”, dengan narasumber ahli dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Plt Kasi PPI Tri Setiyono bersama jajarannya dan diikuti siswa kelas X dan XI secara bertahap selama beberapa pekan.

Kepala SMK YPP, Mugi Widodo, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ketarunaan menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut sekolah tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga karakter yang kuat.
“Melihat perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, kita harus mempersiapkan siswa, salah satunya dengan menguatkan karakter. Tujuan utama kegiatan ketarunaan adalah penguatan karakter,” kata Mugi Widodo, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan, siswa SMK merupakan calon tenaga kerja sekaligus generasi penerus yang nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pembentukan karakter, kesehatan jasmani dan rohani, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi situasi darurat menjadi bagian penting dari pendidikan.
Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam ketarunaan tahun ini adalah mitigasi bencana. Materi tersebut diberikan oleh unsur Satpol PP dan Damkar, termasuk praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), pemadaman api secara manual, serta penanganan kebocoran gas.
Baca Juga: SMK YPP Deklarasikan Anti Kekerasan dan Guyup Rukun
Mugi menambahkan, sekolah juga merencanakan simulasi evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi gedung sekolah, termasuk keberadaan ruang kelas di lantai dua. Melalui simulasi tersebut, siswa diharapkan memahami jalur penyelamatan dan titik kumpul apabila terjadi bencana maupun kondisi darurat.
Ketua panitia sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK YPP, Abdul Karim, S.Pd.,mengatakan kegiatan ketarunaan sebenarnya telah menjadi agenda rutin sekolah dari tahun ke tahun. Namun, pelaksanaan tahun ini menghadirkan narasumber eksternal dari lebih banyak unsur.
“Yang berbeda di kegiatan ketarunaan tahun ini adalah narasumber eksternalnya. Tidak hanya dari Kodim 0708 dan Kementerian Agama, tetapi juga ada dari Diskominfo, Puskesmas, Polres, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta Satpol PP dan Damkar,” ujarnya.
Menurut Abdul, keterlibatan berbagai instansi tersebut bertujuan memperluas wawasan siswa. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mencakup kesehatan, keagamaan, teknologi informasi, kedisiplinan, hingga mitigasi bencana.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter anak. Kemudian kami menginginkan setelah kegiatan ketarunaan selesai, anak-anak tidak hanya mempunyai karakter yang kuat, tetapi juga memiliki berbagai ilmu yang tidak didapatkan dari pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Selain materi ketarunaan, siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan teknologi informasi. Sekolah memberikan pemahaman agar siswa lebih bijak menggunakan telepon seluler dan media sosial serta memahami konsekuensi dari setiap informasi yang diunggah maupun disebarkan.
Baca Juga: Mitigasi Bencana Jadi Kunci Purworejo Lebih Tangguh di Masa Depan
Sementara itu dari Satpol PP dan Damkar Purworejo, Plt Kasi PPI Tri Setiyono, mengatakan pembekalan mitigasi bencana diberikan agar siswa memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
“Materi yang kami sampaikan mengenai pemadaman menggunakan APAR, pemadaman secara manual atau tradisional menggunakan karung goni, serta sosialisasi penanganan kebocoran gas,” katanya.
Menurut Tri Setiyono, pengetahuan dasar tersebut penting bagi pelajar. Dengan memahami prosedur penanganan awal, siswa diharapkan tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat sebelum bantuan petugas tiba.
“Ini sangat penting. Harapannya anak-anak mengetahui cara menggunakan alat pemadam jika terjadi kebakaran, sehingga mereka tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, unsur Satpol PP dan Damkar juga memberikan perhatian terhadap kesiapan sarana keselamatan di lingkungan sekolah. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan dua APAR yang kondisinya perlu diperbaiki atau ditindaklanjuti.
Tri Setiyono juga mengingatkan sekolah agar memastikan jalur evakuasi tersedia dan mudah diakses. Menurutnya, ketika terjadi keadaan darurat, pembagian tugas harus sudah dipahami sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
“Ketika terjadi kebakaran harus ditentukan jalur evakuasi. Jadi ketika terjadi kebakaran, cara penyelamatannya sudah tertata. Ada yang bertugas menghubungi pemadam kebakaran, ada yang mengatur evakuasi, dan ada yang mengarahkan siswa menuju titik kumpul,” terangnya.
Pelaksanaan ketarunaan dilakukan secara bertahap. Untuk siswa kelas X, kegiatan berlangsung selama delapan hari efektif, sedangkan siswa kelas XI mengikuti kegiatan pada tahap berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, SMK YPP berharap siswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan kejuruan, tetapi juga mempunyai karakter kuat, disiplin, sehat secara jasmani dan rohani, serta memiliki keterampilan praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.













