Beranda News

Selat Hormuz Ditutup Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei Siap-siap Harga Minyak Meroket

Selat Hormuz Ditutup Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei Siap-siap Harga Minyak Meroket
Selat Hormuz (ISTIMEWA)
Advertisement

Pelita.co – Guncangan geopolitik terbesar di Teluk Persia sejak dekade terakhir kini berubah menjadi realitas yang menggetarkan pasar global: Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi ekspor minyak dunia, ditutup total setelah serangan militer gabungan AS–Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei — pemimpin tertinggi Iran yang selama ini menjadi poros kebijakan luar negeri dan pertahanan Tehran.

Keputusan Iran untuk menghentikan semua lalu lintas di Selat Hormuz datang dalam atmosfer kemarahan dan duka mendalam di Teheran setelah tewasnya Khamenei dalam serangan yang juga melumpuhkan beberapa pejabat militer serta anggota keluarga dekatnya. Aksi balasan Iran melalui penutupan jalur maritim ini dipandang sebagai ultimatum keras terhadap kekuatan Barat—mengubah apa yang sebelumnya menjadi ancaman menjadi realita yang mengguncang pasar energi global.

Penutupan Selat Hormuz: Dampak Langsung terhadap Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur sempit antara Teluk Persia dan Laut Arab yang setiap harinya dilalui sekitar 20 juta barel minyak mentah serta gas cair — sekitar 20–25% dari pasokan minyak global. Ketika Iran melarang kapal untuk transit, rute pengiriman terbesar energi dunia itu praktis terkunci.

Akibatnya, harga minyak dunia merespons dengan lonjakan dramatis: indikator pasar berpola bullish dengan Brent dan West Texas Intermediate diprediksi melonjak tajam, bahkan dalam skenario berkelanjutan bisa melampaui USD 100–120 per barel jika penutupan terus berlangsung.

Advertisement

Harga Minyak & Harga Energi Global Terancam Meroket

Investor global kini menghitung ulang risiko pasokan energi. Sebelum insiden, harga minyak sudah meningkat dari tekanan geopolitik; penutupan Selat Hormuz menambah premis risiko geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam kondisi ini:

Harga minyak mentah diperkirakan melonjak signifikan dalam jangka pendek.

Premi asuransi kapal dan biaya logistik melonjak, menambah beban distribusi energi.

Krisis energi ini bukan sekadar soal minyak, tetapi dampaknya juga merembet pada inflasi komoditas konsumen, biaya produksi industri, dan tekanan ekonomi global.

Reaksi Ekonomi & Rantai Pasok Dunia

Penutupan Selat Hormuz memicu efek domino ke sektor manufaktur global, logistik, dan rantai pasok industri berat di Asia, Eropa dan Amerika. Industri otomotif, transportasi, dan kimia akan merasakan kenaikan biaya bahan bakar dan energi dalam minggu–bulan mendatang.

Kematian ayatollah Ali Khamenei bukan hanya tragedi geopolitik di Timur Tengah — ini memicu kecemasan baru tentang ketahanan energi global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran setelah serangan AS–Israel telah menciptakan guncangan geopolitik yang bisa mendorong pasar minyak dunia ke level yang belum terlihat dalam dua dekade, dengan potensi efek luas pada perekonomian global.

Advertisement