MANGGARAI NTT, Pelita.co- Masalah air minum bersih masih menjadi persoalan pelik yang dihadapi Warga masyarakat Klumpang desa Kajong kecamatan Reok Barat kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sudah puluhan tahun warga Klumpang hidup dalam kesulitan air minum bersih. Mirisnya, kondisi tersebut masih berlangsung hingga saat ini
Bukan karena ketiadaan sumber mata air tetapi letaknya yang jauh dari permukiman menyebabkan sulitnya warga Klumpang mendapatkan air minum bersih
Mereka harus menempuh jarak kurang lebih 500 meter untuk bisa sampai ke mata air terdekat yaitu wae Waso agar bisa mendapatkan air bersih
Akses sulit yang melewati perbukitan menjadi tantangan tersendiri terutama bagi kaum ibu yang bertanggungjawab atas ketersediaan air minum bersih untuk kebutuhan keluarga mereka
Kesulitan air minum bersih ini terjadi di tengah hingar bingar kemajuan masa kini yang mungkin hanya dirasakan masyarakat perkotaan dan wilayah tertentu
Di lain pihak, teriakan dan jeritan hati warga Klumpang kian kencang dengan harapan akan mendapatkan perhatian namun justru belum mampu menembus hingga ke pemangku kebijakan
Keberadaannya yang cukup jauh, kurang lebih 8 kilo meter dari Kajong ibukota desa Kajong ditambah akses jalan yang sulit seakan menjadi faktor sulitnya warga Klumpang mendapatkan perhatian, baik oleh Pemda kabupaten Manggarai maupun pemerintah desa Kajong sendiri
Puluhan tahun menjalani hidup dalam keterbatasan ini, warga Klumpang pun menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan mereka setidaknya mengurangi beban yang selama ini mereka pikul
Bukan untuk mendapatkan kemewahan tetapi mereka hanya ingin kebutuhan dasar mereka terutama air minum bersih terpenuhi
Warga Klumpang pun meminta agar segera mendapat perhatian dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan
Permintaan itu mereka sampaikan saat ketua LPKPK, Stefanus Woket dan sekretarisnya, Yeremias Guntur bersama sejumlah wartawan mendatangi kampung Klumpang pada Minggu 7 Juni 2026
Baca Juga: Pemerintah Dan DPRD Kabupaten Manggarai Sepakati Dua Ranperda Menjadi Perda
Melalui tokoh masyarakat Klumpang, Marianus Min mereka menyampaikan keluhan itu
Setidaknya ada empat hal yang mereka keluhkan, yaitu Air bersih, akses jalan dari simpang Kajong – Nggalak atau cabang menuju Klumpang sepanjang kurang lebih satu setengah kilo meter, rumah tidak layak huni dan MCK (Mandi Cuci Kakus)
“Kami minta pemerintah agar bisa memperhatikan kami. Ada empat hal yang kami keluhkan yaitu air minum bersih, akses jalan, rumah tidak layak huni dan MCK. Yang paling utama ini air minum supaya kami, terutama para ibu tidak sengsara lagi pergi ambil air di mata air yang jauh” ujar Marianus
Terkait mata air yang mereka sebut wae Wako sangat bisa mencukupi kebutuhan 24 KK atau sama dengan kurang lebih 200 orang warga Klumpang apabila pemerintah mau membantu mendekatkan air ke permukiman
“wae wako ini stabil pada musim kering. Jadi bisa untuk kebutuhan kami di Klumpang. Kami minta pemerintah supaya bisa mendekatkan air ke kampung kami Klumpang ini” ungkap Marianus
Terkait jalan, Marianus meminta peningkatan dari telford dari simpang tiga atau cabang Kajong – Nggalak ke kampung Klumpang sejauh kurang lebih satu setengah kilo meter
Baca Juga: Hery Nabit Berikan Keterangan Di Hadapan Penyelidik, Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana Dari JH
Ruas jalan ini telah dilakukan pengerasan atau telford pada tahun 2011 silam namun sampai saat ini belum ada peningkatan (lapen) sehingga sulit dilewati kendaraan roda empat, apalagi saat musim hujan
Kondisi ini membuat warga Klumpang harus mengangkut hasil produksi pertanian mereka seperti Porang, kopi, kemiri dan hasil komoditi lainnya. Hal ini juga berdampak pada turunnya harga barang komoditi mereka
Permintaan bantuan pembangunan MCK kata Marianus sangat penting sebab kebanyakan warga Klumpang tidak memiliki toilet sehingga praktek buang jamban sembarangan masih terjadi
Kebiasaan ini dikuatirkan akan berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu pemerintah melalui instansi terkait mesti memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut
Marianus mengatakan, ketiadaan toilet pribadi warga Klumpang merupakan salah satu akibat dari keterbatasan air bersih
Di lain pihak, masyarakat Klumpang juga membutuhkan bantuan rumah mengingat banyak warga yang memiliki rumah tidak layak untuk dihuni
Baca Juga: Pemkab Manggarai Genjot Sektor Pertanian, Puluhan Alsintan Dibagikan Ke Kontak Tani
Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat lainnya yang juga merupakan RT Klumpang, Kanisius Kuntung mengatakan bahwa masalah air minum, akses jalan, MCK dan rumah tidak layak huni telah beberapa kali diusulkan ke Pemerintah desa Kajong tetapi tidak kunjung ditanggapi
“Terus terang pak, kami sudah beberapa kali usulkan masalah air minum, akses jalan, MCK dan rumah tidak layak huni ini saat musrenbangdes pemerintah desa Kajong tetapi tidak ada respon” ungkap Kanis
Menanggapi keluhan tersebut, ketua LPKPK, Stefanus Woket mengatakan bahwa Ia merupakan bagian dari warga masyarakat Klumpang yang juga tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah keluhan dan permintaan yang disampaikan itu direalisasi atau tidak sebab kewenangan itu ada di tangan pemerintah
Namun sebagai lembaga masyarakat yang fokus dalam mengawasi kebijakan pemerintah
Ia menjelaskan bahwa lembaganya bukanlah pemerintah sehingga tidak memiliki kewenangan memutuskan apa yang menjadi keluhan warga
Namun demikian, Stefanus akan menyuarakan kebutuhan warga Klumpang tersebut kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan
“Bapak ibu, yang pertama saya jelaskan bahwa lembaga saya bukan pemerintah sehingga kami tidak punya kewenangan menentukan apakah hal yang bapak ibu keluhkan direalisasi atau tidak namun kami juga mitra pemerintah. Kami sudah datang dan melihat langsung kondisi bapak ibu di Klumpang ini, karena itu kami akan menyampaikan apa yang tadi bapak ibu keluhkan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan” ungkap Stefanus
Kepada wartawan, Stefanus mengatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat oleh karena itu pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus memperhatikan serta menjawab kebutuhan warga Klumpang
“Masalah air inikan masalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu saya minta pemerintah, baik itu pemerintah desa Kajong maupun pemerintah kabupaten Manggarai supaya perhatikan keluhan warga Klumpang ini. Kasihan mereka jalan jauh untuk ambil air” ungkap Stefanus
Ia juga meminta agar keluhan lain seperti akses jalan, bantuan rumah tidak layak huni dan MCK harus dipenuhi
Stefanus bahkan meminta Pemerintah desa Kajong untuk mengalokasikan anggaran untuk atasi masalah air minum di Klumpang
“Saya minta pemerintah desa Kajong, copot tiga persen dana desa itu untuk atasi masalah air di Klumpang ini” ujarnya
Ia juga mengkritisi sikap pemerintah yang tidak mengetahui dan tidak memahami masalah yang terjadi di masyarakat
Ia juga mengkritisi pemerintah dan politisi yang menduduki kursi DPR yang rajin turun ke masyarakat hanya pada saat momen politik saja dan menghilang setelah terpilih menduduki jabatan sehingga tidak memahami masalah di tengah masyarakat
Hal itu Ia kritisi setelah mendapat pengakuan warga Klumpang yang mengatakan bahwa tidak pernah ada pejabat maupun DPRD kabupaten Manggarai yang datang melihat kondisi warga kampung Klumpang
Stefanus meminta bupati Manggarai dan instansi terkait untuk segera memenuhi permintaan warga Klumpang
“Saya minta pak bupati, pak Hery Nabit supaya mendengar dan menjawab keluhan warga Klumpang ini terutama soal air bersih tadi” ungkapnya
Ia berencana akan menemui bupati Manggarai, Hery Nabit bersama tokoh masyarakat kampung Klumpang untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung
Kampung Klumpang merupakan kampung tua yang masyarakatnya masih menjunjung tinggi etika dan adat istiadat
Kedatangan ketua LPKPK dan sekretarisnya bersama sejumlah wartawan mendapat sambutan hangat penuh kekeluargaan. Rasa persaudaraan kental terasa meski dalam waktu yang sangat singkat
Keluhan yang mereka sampaikan adalah fakta yang terjadi di Klumpang saat ini. Keseharian mereka termasuk anak anak harus berkutat dengan persoalan mendasar seperti air bersih ditambah akses jalan yang tidak mendukung
Kondisi ini seakan membenarkan asumsi warga Klumpang yang menyebut mereka dianaktirikan oleh pemerintah
Asumsi itu tertanam di pikiran warga Klumpang sebab berdasarkan pengakuan mereka bahwa mereka di Klumpang tidak tersentuh bantuan pemerintah sehingga selalu hidup dalam keterbatasan
Harapannya, pemerintah segera memberikan perhatian serius akan kebutuhan warga Klumpang sehingga asumsi yang menyebut mereka dianaktirikan oleh pemerintah secepatnya dipatahkan
Baca Juga: Muda Mudi Katolik Dan GMIT Ambil Bagian Di Malam Takbiran Idul Adha 1447 H Di Ruteng Manggarai NTT

