Puluhan Tahun Tempuh Jarak 500 Meter Untuk Dapatkan Air Bersih, Warga Klumpang Desa Kajong Manggarai Minta Perhatian Pemerintah 

Foto Bersama Ketua Dan Sekretaris LPKPK Dengan Warga Masyarakat Kampung Klumpang, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai NTT

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Masalah air minum bersih masih menjadi persoalan pelik yang dihadapi Warga masyarakat Klumpang desa Kajong kecamatan Reok Barat kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sudah puluhan tahun warga Klumpang hidup dalam kesulitan air minum bersih. Mirisnya, kondisi tersebut masih berlangsung hingga saat ini

Bukan karena ketiadaan sumber mata air tetapi letaknya yang jauh dari permukiman menyebabkan sulitnya warga Klumpang mendapatkan air minum bersih

Advertisement

Mereka harus menempuh jarak kurang lebih 500 meter untuk bisa sampai ke mata air terdekat yaitu wae Waso agar bisa mendapatkan air bersih

Akses sulit yang melewati perbukitan menjadi tantangan tersendiri terutama bagi kaum ibu yang bertanggungjawab atas ketersediaan air minum bersih untuk kebutuhan keluarga mereka

Kesulitan air minum bersih ini terjadi di tengah hingar bingar kemajuan masa kini yang mungkin hanya dirasakan masyarakat perkotaan dan wilayah tertentu

Baca Juga: Maju Di Pilkades Cumbi, Mikael Urus Bawa Visi Pembangunan, Kesejahteraan Hingga Perdamaian Di Tengah Masyarakat

Di lain pihak, teriakan dan jeritan hati warga Klumpang kian kencang dengan harapan akan mendapatkan perhatian namun justru belum mampu menembus hingga ke pemangku kebijakan

Keberadaannya yang cukup jauh, kurang lebih 8 kilo meter dari Kajong ibukota desa Kajong ditambah akses jalan yang sulit seakan menjadi faktor sulitnya warga Klumpang mendapatkan perhatian, baik oleh Pemda kabupaten Manggarai maupun pemerintah desa Kajong sendiri

Puluhan tahun menjalani hidup dalam keterbatasan ini, warga Klumpang pun menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan mereka setidaknya mengurangi beban yang selama ini mereka pikul

Bukan untuk mendapatkan kemewahan tetapi mereka hanya ingin kebutuhan dasar mereka terutama air minum bersih terpenuhi

Warga Klumpang pun meminta agar segera mendapat perhatian dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan

Permintaan itu mereka sampaikan saat ketua LPKPK, Stefanus Woket dan sekretarisnya, Yeremias Guntur bersama sejumlah wartawan mendatangi kampung Klumpang pada Minggu 7 Juni 2026

Baca Juga: Pemerintah Dan DPRD Kabupaten Manggarai Sepakati Dua Ranperda Menjadi Perda

Melalui tokoh masyarakat Klumpang, Marianus Min mereka menyampaikan keluhan itu

Setidaknya ada empat hal yang mereka keluhkan, yaitu Air bersih, akses jalan dari simpang Kajong – Nggalak atau cabang menuju Klumpang sepanjang kurang lebih satu setengah kilo meter, rumah tidak layak huni dan MCK (Mandi Cuci Kakus)

“Kami minta pemerintah agar bisa memperhatikan kami. Ada empat hal yang kami keluhkan yaitu air minum bersih, akses jalan, rumah tidak layak huni dan MCK. Yang paling utama ini air minum supaya kami, terutama para ibu tidak sengsara lagi pergi ambil air di mata air yang jauh” ujar Marianus

Beberapa Orang Wanita Kampung Klumpang Memikul Jerigen Berisi Air Bersih Melewati Lereng Bukit Dari Mata Air Wae Wako Menuju Rumah Mereka

Terkait mata air yang mereka sebut wae Wako sangat bisa mencukupi kebutuhan 24 KK atau sama dengan kurang lebih 200 orang warga Klumpang apabila pemerintah mau membantu mendekatkan air ke permukiman

“wae wako ini stabil pada musim kering. Jadi bisa untuk kebutuhan kami di Klumpang. Kami minta pemerintah supaya bisa mendekatkan air ke kampung kami Klumpang ini” ungkap Marianus

Terkait jalan, Marianus meminta peningkatan dari telford dari simpang tiga atau cabang Kajong – Nggalak ke kampung Klumpang sejauh kurang lebih satu setengah kilo meter

Baca Juga: Hery Nabit Berikan Keterangan Di Hadapan Penyelidik, Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana Dari JH

Ruas jalan ini telah dilakukan pengerasan atau telford pada tahun 2011 silam namun sampai saat ini belum ada peningkatan (lapen) sehingga sulit dilewati kendaraan roda empat, apalagi saat musim hujan

Kondisi ini membuat warga Klumpang harus mengangkut hasil produksi pertanian mereka seperti Porang, kopi, kemiri dan hasil komoditi lainnya. Hal ini juga berdampak pada turunnya harga barang komoditi mereka

Permintaan bantuan pembangunan MCK kata Marianus sangat penting sebab kebanyakan warga Klumpang tidak memiliki toilet sehingga praktek buang jamban sembarangan masih terjadi

Kebiasaan ini dikuatirkan akan berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu pemerintah melalui instansi terkait mesti memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut

Marianus mengatakan, ketiadaan toilet pribadi warga Klumpang merupakan salah satu akibat dari keterbatasan air bersih

Di lain pihak, masyarakat Klumpang juga membutuhkan bantuan rumah mengingat banyak warga yang memiliki rumah tidak layak untuk dihuni

Baca Juga: Pemkab Manggarai Genjot Sektor Pertanian, Puluhan Alsintan Dibagikan Ke Kontak Tani

Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat lainnya yang juga merupakan RT Klumpang, Kanisius Kuntung mengatakan bahwa masalah air minum, akses jalan, MCK dan rumah tidak layak huni telah beberapa kali diusulkan ke Pemerintah desa Kajong tetapi tidak kunjung ditanggapi

“Terus terang pak, kami sudah beberapa kali usulkan masalah air minum, akses jalan, MCK dan rumah tidak layak huni ini saat musrenbangdes pemerintah desa Kajong tetapi tidak ada respon” ungkap Kanis

Menanggapi keluhan tersebut, ketua LPKPK, Stefanus Woket mengatakan bahwa Ia merupakan bagian dari warga masyarakat Klumpang yang juga tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah keluhan dan permintaan yang disampaikan itu direalisasi atau tidak sebab kewenangan itu ada di tangan pemerintah

Namun sebagai lembaga masyarakat yang fokus dalam mengawasi kebijakan pemerintah

Ia menjelaskan bahwa lembaganya bukanlah pemerintah sehingga tidak memiliki kewenangan memutuskan apa yang menjadi keluhan warga

Namun demikian, Stefanus akan menyuarakan kebutuhan warga Klumpang tersebut kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan

Baca Juga: MGS, Mantan Guru SMPN 5 Ruteng Kabupaten Manggarai NTT Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

“Bapak ibu, yang pertama saya jelaskan bahwa lembaga saya bukan pemerintah sehingga kami tidak punya kewenangan menentukan apakah hal yang bapak ibu keluhkan direalisasi atau tidak namun kami juga mitra pemerintah. Kami sudah datang dan melihat langsung kondisi bapak ibu di Klumpang ini, karena itu kami akan menyampaikan apa yang tadi bapak ibu keluhkan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan” ungkap Stefanus

Kepada wartawan, Stefanus mengatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat oleh karena itu pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus memperhatikan serta menjawab kebutuhan warga Klumpang

“Masalah air inikan masalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu saya minta pemerintah, baik itu pemerintah desa Kajong maupun pemerintah kabupaten Manggarai supaya perhatikan keluhan warga Klumpang ini. Kasihan mereka jalan jauh untuk ambil air” ungkap Stefanus

Ia juga meminta agar keluhan lain seperti akses jalan, bantuan rumah tidak layak huni dan MCK harus dipenuhi

Stefanus bahkan meminta Pemerintah desa Kajong untuk mengalokasikan anggaran untuk atasi masalah air minum di Klumpang

“Saya minta pemerintah desa Kajong, copot tiga persen dana desa itu untuk atasi masalah air di Klumpang ini” ujarnya

Baca Juga: DPD PAN Kabupaten Manggarai Gelar Muscab, Pengurus DPC Baru Diingatkan Untuk Satukan Tekad Besarkan Partai

Ia juga mengkritisi sikap pemerintah yang tidak mengetahui dan tidak memahami masalah yang terjadi di masyarakat

Ia juga mengkritisi pemerintah dan politisi yang menduduki kursi DPR yang rajin turun ke masyarakat hanya pada saat momen politik saja dan menghilang setelah terpilih menduduki jabatan sehingga tidak memahami masalah di tengah masyarakat

Saat Warga Klumpang Menadah Air Di Mata Wae Wako

Hal itu Ia kritisi setelah mendapat pengakuan warga Klumpang yang mengatakan bahwa tidak pernah ada pejabat maupun DPRD kabupaten Manggarai yang datang melihat kondisi warga kampung Klumpang

Stefanus meminta bupati Manggarai dan instansi terkait untuk segera memenuhi permintaan warga Klumpang

“Saya minta pak bupati, pak Hery Nabit supaya mendengar dan menjawab keluhan warga Klumpang ini terutama soal air bersih tadi” ungkapnya

Ia berencana akan menemui bupati Manggarai, Hery Nabit bersama tokoh masyarakat kampung Klumpang untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung

Baca Juga: Berbagi Di Momen Idul Adha 1447 H, Pemkab Manggarai Serahkan Satu Ekor Sapi Kurban Bagi Umat Muslim Di Kota Ruteng

Kampung Klumpang merupakan kampung tua yang masyarakatnya masih menjunjung tinggi etika dan adat istiadat

Kedatangan ketua LPKPK dan sekretarisnya bersama sejumlah wartawan mendapat sambutan hangat penuh kekeluargaan. Rasa persaudaraan kental terasa meski dalam waktu yang sangat singkat

Keluhan yang mereka sampaikan adalah fakta yang terjadi di Klumpang saat ini. Keseharian mereka termasuk anak anak harus berkutat dengan persoalan mendasar seperti air bersih ditambah akses jalan yang tidak mendukung

Kondisi ini seakan membenarkan asumsi warga Klumpang yang menyebut mereka dianaktirikan oleh pemerintah

Asumsi itu tertanam di pikiran warga Klumpang sebab berdasarkan pengakuan mereka bahwa mereka di Klumpang tidak tersentuh bantuan pemerintah sehingga selalu hidup dalam keterbatasan

Harapannya, pemerintah segera memberikan perhatian serius akan kebutuhan warga Klumpang sehingga asumsi yang menyebut mereka dianaktirikan oleh pemerintah secepatnya dipatahkan

Baca Juga: Muda Mudi Katolik Dan GMIT Ambil Bagian Di Malam Takbiran Idul Adha 1447 H Di Ruteng Manggarai NTT

Advertisement