Hari Anak Nasional: Menjaga Benih Masa Depan Harapan Sebuah Bangsa

Hari Anak Nasional: Menjaga Benih Masa Depan Harapan Sebuah Bangsa
Shabrina Ghumaisa Candida Sastra/siswa SD Citra Islami,(istimewa)

PELITA.CO –  Keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri, bahwa anak adalah generasi penerus bangsa ini. Di tangan mereka akan tumbuh, pendidikan, budaya, ekonomi , dan peradaban, oleh karena itu pemenuhan kebutuhan anak bukan sekedar kepedulian, melainkan investasi yang penting bagi kita.

Hak anak bukan sekadar rangkaian aturan atau kewajiban yang harus dipenuhi oleh orang dewasa. Di balik setiap hak terdapat sebuah pengakuan bahwa anak adalah manusia yang memiliki martabat.

Pendidikan, misalnya, bukan hanya tentang memindahkan pengetahuan dari guru kepada murid. Pendidikan adalah proses menyalakan cahaya di dalam diri manusia. Setiap anak memiliki potensi yang mungkin belum terlihat, seperti benih yang masih tersembunyi di dalam tanah.

Advertisement

Tugas keluarga, sekolah, dan masyarakat bukan memaksa semua benih tumbuh menjadi pohon yang sama, melainkan menyediakan tanah yang subur agar setiap anak dapat tumbuh sesuai dengan keunikannya. Sebab, masa depan bangsa tidak dibangun oleh keseragaman, tetapi oleh keberagaman potensi yang berkembang dalam ruang yang adil.

Oleh karena kita harus membuka ruang, agar anak-anak bisa mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya, sebab mereka akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan zaman dan karakteristik masing-masing. Jangan pernah menjudgment tentang lemahnya skill mereka.

Anak-anak adalah benih masa depan, tetapi benih tidak dapat tumbuh hanya dengan harapan. Ia membutuhkan tanah yang subur, air yang cukup, cahaya, perlindungan, dan waktu untuk berkembang. Demikian pula anak-anak membutuhkan kasih sayang, pendidikan, keamanan, kebebasan untuk berkembang, dan kesempatan untuk bermimpi.

Baca Juga: 38 Anak Binaan Kembali ke Keluarga di Hari Peringatan Anak Nasional 2025

Penulis : Firmansyah

Advertisement