
PURWOREJO,pelita.co – Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (Polosoro) Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII, Kamis (23/7/2026). Forum yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus memilih Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029.
Musda dibuka secara resmi oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, SH, yang mengajak seluruh peserta menjaga semangat persaudaraan, musyawarah, dan soliditas organisasi demi memperkuat pemerintahan desa di Kabupaten Purworejo.
Ketua Umum Polosoro periode 2023–2026, Suwarto, menjelaskan bahwa Musda merupakan amanat organisasi yang dilaksanakan setiap tiga tahun sebagai forum pertanggungjawaban kepengurusan sekaligus regenerasi kepemimpinan.
“Musda ini adalah agenda rutin organisasi untuk mengevaluasi kepemimpinan selama tiga tahun terakhir dan memilih kepengurusan baru yang akan melanjutkan estafet organisasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga kandidat yang akan memperebutkan jabatan Ketua Umum Polosoro. Ketiganya berasal dari Kecamatan Loano, Banyuurip, dan Butuh, yakni Andi Prasetiawan, Juminatun, serta Heri Dwijoyo
.Menurut Suwarto, dirinya tidak lagi mencalonkan diri karena Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi membatasi masa jabatan ketua maksimal dua periode.
Baca Juga: Wardah Hadirkan Soft Glam Arabian untuk Amna Al Qubaisi di TIME100 Sports Gala 2026
“Saya menghormati aturan organisasi. Sesuai AD/ART, ketua hanya dapat menjabat dua periode, sehingga saya tidak bisa maju kembali,” katanya.
Proses pencalonan dilakukan melalui usulan dari masing-masing kecamatan. Sebelum Musda, seluruh kecamatan telah menggelar musyawarah tingkat kecamatan (Muscam) untuk menentukan calon yang diusung.
Dalam mekanisme pemilihan, bukan setiap desa memiliki satu suara. Delegasi dari masing-masing kecamatan terlebih dahulu bermusyawarah untuk menentukan dukungan kepada salah satu kandidat yang kemudian menjadi dasar dalam proses pemilihan di Musda.
Selain agenda pemilihan ketua umum, Musda juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya yang disampaikan kepada seluruh anggota sebagai bentuk akuntabilitas organisasi.
Suwarto berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan organisasi sekaligus memperjuangkan berbagai aspirasi pemerintah desa yang masih menghadapi tantangan regulasi serta dinamika kebijakan yang terus berubah.
“Siapa pun yang terpilih nanti, saya berharap mampu merangkul seluruh anggota, menjaga kekompakan, dan bersama-sama menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah desa,” pesannya.
Baca Juga: Global Face Wardah Raih Pengakuan Dunia, Masuk TIME100 Most Influential People in Sports 2026
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan bahwa kepala desa dan perangkat desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, keberadaan Polosoro dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan penyampaian aspirasi pemerintah desa.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah sebagai Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029, saya berharap mampu menjaga soliditas organisasi, merangkul seluruh anggota, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,” kata Yuli.
Melalui Musda VIII ini, diharapkan Polosoro semakin solid sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera serta mendukung terwujudnya Purworejo BERSERI.













