PTPN IV PalmCo Gelar Baking Class 2026 untuk 50 UMKM dan Warga

RIAU,Pelita.co. – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ibu rumah tangga, remaja usia produktif, hingga perwakilan yayasan inklusif mengikuti kegiatan Baking Class 2026 yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang difokuskan pada pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan keterampilan praktis untuk memproduksi beragam olahan bakery. Pengetahuan ini diproyeksikan sebagai bekal bagi warga untuk merintis usaha skala rumahan atau sebagai alternatif sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Advertisement

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa program pemberdayaan ini diarahkan untuk menciptakan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kompetensi dasar.

“Bagi kami, penyaluran bantuan TJSL ini, menjadi investasi sosial Perusahaan untuk membangun kemandirian masyarakat. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diolah menjadi produk, dikembangkan menjadi usaha, dan pada akhirnya menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar Sabtu (11/7)

Menurut Jatmiko, kewirausahaan merupakan salah satu instrumen utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama di kawasan sekitar operasional perusahaan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai memiliki bobot yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur sosial.

Baca Juga: Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

“Kami ingin masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan memiliki akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan yang lebih luas. Melalui pelatihan seperti ini, peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga didorong untuk membangun keberanian memulai usaha, berinovasi, serta membaca peluang pasar,” tambahnya.

Pada pelaksanaannya, PTPN IV PalmCo menggandeng Lesaffre Indonesia (Saf-Instant) produsen ragi dan bahan baku bakery serta PT Indojaya Perkasa Abadi.

Sesi pelatihan dipandu oleh Chef Syamsuddin bersama tim pendamping melalui metode praktik langsung (hands-on). Seluruh peserta dilibatkan dalam setiap tahapan pembuatan, mulai dari menimbang dan mencampurkan bahan, mengolah adonan, proses fermentasi, pembentukan produk, hingga teknik pemanggangan.

Terdapat tiga produk utama yang dipraktikkan dalam kegiatan ini, yaitu roti Polo Boy, pepperoni pizza, dan pao. Pilihan menu tersebut disesuaikan agar peserta memiliki variasi pengetahuan produk yang relevan dengan selera konsumen saat ini.

Ke-50 peserta pelatihan tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mitra binaan PTPN IV PalmCo, UMKM binaan Rumah BUMN Pabatu, perwakilan Yayasan Khadijah Sharaswaty, serta masyarakat umum di wilayah Sumatera Utara. Pelatihan ini juga turut melibatkan perwakilan peserta dari wilayah Sulawesi untuk memperluas jangkauan inklusivitas program.

Di samping praktik produksi, peserta juga diajarkan langkah menjaga kualitas dan konsistensi hasil, serta cara membaca peluang bisnis di lingkungan masing-masing. Pelaksanaan program ini juga dirancang agar sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Minyak Goreng PTPN Diserbu Warga di Kota Tua Surabaya

Kedepannya, para peserta didorong untuk membentuk kelompok usaha mandiri, menjalin kolaborasi dengan sesama mitra binaan, serta mulai memanfaatkan jaringan pemasaran digital.

Salah seorang peserta Baking Class, Winy, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga membuka wawasan baru mengenai peluang usaha di bidang bakery.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV PalmCo atas pelaksanaan Baking Class ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan ilmu dan keterampilan baru yang bisa langsung kami praktikkan di rumah maupun dikembangkan menjadi usaha. Semoga program seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan perekonomian keluarga. Sekali lagi, terima kasih kepada PTPN IV PalmCo atas kepeduliannya kepada masyarakat,” ujar Winy.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha yang mampu menambah pendapatan keluarga.

Perluas Pemberdayaan Berbasis Pangan

Kegiatan Baking Class 2026 ini melengkapi rangkaian inisiatif pemberdayaan yang sebelumnya telah berjalan di berbagai wilayah operasional PTPN IV PalmCo.

Sebelumnya, perusahaan juga bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Riau, dalam merintis desa sentra pangan berbasis komunitas. Kolaborasi tersebut menyasar 50 perempuan dari Desa Hang Tuah dan Desa Genduang Jaya melalui pelatihan budidaya sekaligus pengolahan ikan lele.

Program di Riau tersebut difokuskan pada ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja baru di perdesaan. Peserta tidak hanya menerima materi budidaya, tetapi juga dilatih untuk mengolah hasil panen perikanan menjadi produk turunan yang bernilai ekonomi tambah.

Berbagai program pelatihan yang dijalankan, baik di Sumatera Utara maupun Riau, disesuaikan dengan karakteristik serta potensi di tiap-tiap wilayah. Melalui pendekatan berbasis potensi lokal tersebut, pelaksanaan program diharapkan tidak berhenti pada tahap seremonial, tetapi dapat diimplementasikan menjadi kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan bagi warga.(rls)

Advertisement