
PURWOREJO, pelita.co – SMP Negeri 4 Purworejo menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 selama enam hari, mulai Senin (13/7) hingga Sabtu (18/7). Penambahan satu hari dilakukan untuk menggelar deklarasi komitmen anti-perundungan sekaligus menjadi ajang penggalian minat dan bakat peserta didik baru.

Ketua Panitia MPLS, Pawitno, menjelaskan bahwa pada dasarnya MPLS dijadwalkan selama lima hari. Namun, sekolah menambah satu hari kegiatan agar para siswa tidak hanya memperoleh materi pengenalan sekolah, tetapi juga membangun komitmen bersama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
“Deklarasi ini menjadi pengingat bagi siswa baru bahwa sejak awal mereka telah berkomitmen untuk hidup rukun dengan teman, menolak perundungan, serta menjaga budaya sekolah yang positif,” ujar Pawit, Senin (13/7/2026)
Deklarasi tersebut akan diikuti penandatanganan komitmen sebagai simbol tanggung jawab bersama antara peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah.
Selain deklarasi, hari terakhir MPLS juga diisi dengan penampilan minat dan bakat peserta didik. Siswa diberi kesempatan menampilkan kemampuan seperti menyanyi, menari, maupun memainkan alat musik sebagai sarana mengenali dan mengembangkan potensi sejak awal memasuki jenjang SMP.
Selama enam hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 12.50 WIB mengikuti jam belajar reguler. Siswa baru juga mulai dibiasakan mengikuti aktivitas bersama siswa kelas VIII dan IX.
Baca Juga: MPLS SMK YPP Purworejo Tekankan Penguatan Karakter dan Kesiapan Kerja, Diikuti 344 Siswa Baru
Berbagai materi diberikan selama MPLS, antara lain kebijakan pembinaan kesiswaan, pengenalan Profil Lulusan, tata tertib dan kesepakatan siswa, pengenalan lingkungan sekolah, layanan bimbingan dan konseling, program unggulan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, nasionalisme, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Gerakan Indonesia ASRI, etika bermedia sosial, hingga penguatan nilai hidup rukun antarteman.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menghadirkan narasumber dari luar sekolah untuk materi tertentu seperti bahaya narkoba, tahun ini seluruh materi disampaikan oleh guru dan tenaga pendidik internal.
“Kami memandang seluruh materi MPLS tahun ini dapat disampaikan oleh guru-guru kami sendiri, sehingga pelaksanaannya sepenuhnya dilakukan secara internal,” kata Pawitno.
Untuk seragam, sekolah memberikan kebijakan yang fleksibel. Selama masa MPLS, peserta didik baru masih diperbolehkan mengenakan seragam SD yang masih layak pakai karena belum seluruh siswa memiliki seragam SMP.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Teguh Prayitno, S.Pd., M.M.Pd., berharap MPLS menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi peserta didik dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Kami berharap anak-anak dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, cepat menyesuaikan diri, serta mampu mengembangkan minat, bakat, dan karakter positif selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 4 Purworejo,” ujarnya.
Baca Juga: Server Sempat Down, Puluhan Pendaftar Padati Hari Pertama SPMB SMP Negeri 4 Purworejo
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 4 Purworejo menerima sebanyak 254 peserta didik baru. Dua calon siswa mengundurkan diri, masing-masing karena melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren dan memilih bersekolah di tempat lain. Pengisian kursi kosong telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, namun calon dari daftar cadangan diketahui telah diterima di sekolah lain sehingga tidak dilakukan penggantian.













