PGRI Purworejo Siapkan Lahan dan Gedung Sendiri, Konkerkab II Bahas Masa Depan Organisasi

Ket foto: Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan saat memberi sambutan

PURWOREJO, pelita.co – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II Masa Bakti XXII Tahun 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025 sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi pada tahun 2026 dan rencana pengembangan hingga 2030.

Konferensi dihadiri Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan, S.Pd., jajaran pembina, pakar pendidikan, pengurus kabupaten dan cabang, serta perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan mengatakan, Konkerkab merupakan amanat organisasi yang memiliki peran penting dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai kebutuhan anggota. Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat konsolidasi organisasi di tengah dinamika dunia pendidikan.

Advertisement

Menurutnya, Konkerkab II diikuti 146 peserta yang berasal dari pengurus cabang tingkat kecamatan, pembina, pakar pendidikan, perangkat organisasi, dan pengurus kabupaten.

“Konferensi kerja ini menjadi ruang untuk melihat apa saja yang sudah berhasil kita capai, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana langkah yang harus ditempuh agar organisasi semakin kuat serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada para guru,” ujar Irianto.

Ia menyampaikan, sepanjang 2025 PGRI Purworejo berhasil melakukan penataan administrasi dan keanggotaan yang lebih tertib, terutama setelah banyak guru diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Penataan tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar pelayanan organisasi kepada anggota semakin optimal.

Baca Juga: PGRI Purworejo dan PMI Gelar Donor Darah: Bukti Nyata Guru untuk Kemanusiaan

Selain itu, PGRI Purworejo juga memperkuat perlindungan hukum bagi guru melalui kerja sama dengan tim advokat Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP). Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan profesional bagi anggota yang menghadapi persoalan hukum terkait tugas sebagai pendidik.

“Guru harus merasa aman ketika menjalankan tugasnya. Karena itu, kami menghadirkan sistem pendampingan hukum yang terstruktur sehingga ketika ada anggota yang membutuhkan bantuan, organisasi siap hadir memberikan perlindungan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Irianto juga memaparkan rencana besar organisasi untuk membangun kemandirian melalui pengadaan lahan milik sendiri. Selama ini Gedung PGRI Kabupaten Purworejo masih berdiri di atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Ke depan, lahan tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan organisasi yang dilengkapi gedung serbaguna, ruang rapat, fasilitas olahraga, hingga homestay guna mendukung berbagai aktivitas pendidikan dan organisasi.
Untuk mewujudkan program tersebut, PGRI Purworejo menggalang dana sukarela dari anggota penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp20 ribu per bulan selama 25 bulan. Hingga Juni 2026, dana yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp389,7 juta dan dikelola secara transparan melalui rekening bersama.

Selain pengadaan aset, PGRI Purworejo juga mengembangkan unit usaha produktif, salah satunya dengan merencanakan peluncuran air minum dalam kemasan bermerek “Tirta Gri” atau Air Guru Republik Indonesia. Program ini diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan organisasi yang berkelanjutan.

Irianto juga mengajak seluruh anggota untuk tidak melupakan sejarah panjang perjuangan guru. Menurutnya, berbagai hak yang kini dinikmati guru merupakan hasil perjuangan para pendahulu, termasuk dalam proses lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen.

Baca Juga: HUT PGRI Ke 78, PGRI Purworejo Berikan Tali Asih Kepada 11 Pensiun GTT dan PTT

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. Hj. Sri Suciati memberikan apresiasi atas pelaksanaan Konkerkab II yang dinilai tepat waktu sesuai ketentuan organisasi. Ia menyebut Purworejo termasuk 10 besar kabupaten/kota di Jawa Tengah yang paling awal menggelar konferensi kerja setelah konferensi tingkat provinsi.

“Ketepatan dalam melaksanakan konferensi kerja menunjukkan bahwa organisasi ini hidup, aktif, dan dikelola secara profesional. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Sri Suciati juga mengapresiasi komitmen PGRI Purworejo dalam membangun kemandirian organisasi melalui pengadaan aset serta pengembangan unit usaha. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa dunia pendidikan kini menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Guru masa kini harus menguasai teknologi atau high tech, tetapi juga harus tetap memiliki sentuhan kemanusiaan atau high touch. AI bisa memberikan informasi dengan cepat, tetapi tidak bisa menggantikan empati, keteladanan, dan kasih sayang seorang guru,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno menilai PGRI merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan berbagai inovasi pendidikan.

Melalui Konkerkab II ini, PGRI Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas layanan organisasi, memperkuat kemandirian, serta mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi tantangan masa depan.

 

Advertisement