Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Benteng Hadapi Hoaks hingga Judi Online

JAKARTA, Pelita .co  – Penguatan ideologi Pancasila dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring pesatnya transformasi digital. Masyarakat diharapkan tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat agar mampu menyaring berbagai informasi dan ancaman di ruang digital.

Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman dalam forum diskusi publik bertema “Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Transformasi Era Digital” yang digelar secara daring, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Komisi I DPR RI.

Mahfudz mengatakan perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari. Seiring meningkatnya jumlah pengguna internet, aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi dan pelayanan publik, juga semakin bergantung pada teknologi digital.

“Perkembangan teknologi akan terus berlangsung semakin cepat. Masyarakat juga tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan digital karena hampir seluruh aktivitas kini memanfaatkan teknologi, mulai dari transaksi ekonomi hingga pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi digital membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus diwaspadai.

Baca Juga: Era Digital Tak Boleh Tinggalkan Kelompok Rentan, Syahrul Aidi Tekankan Perlindungan Sosial Inklusif

Ia menyebut penyebaran hoaks dan ujaran kebencian masih menjadi persoalan serius di ruang digital. Masyarakat, kata Mahfudz, harus mampu membedakan informasi yang benar dengan informasi palsu agar tidak mudah terprovokasi.

“Tantangan kita di ruang digital salah satunya adalah hoaks, yaitu informasi yang tidak benar. Selain itu juga berkembang ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya.

Selain hoaks, Mahfudz juga menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilainya telah menjadi penyakit sosial dengan dampak yang sangat besar.

“Judi online telah merusak banyak keluarga. Tidak sedikit rumah tangga yang berakhir karena persoalan judi online. Ancamannya sudah setara dengan narkoba dan berbagai penyakit sosial lainnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan digital yang kini semakin marak dengan beragam modus.

“Penipuan digital sekarang sangat mudah dilakukan dan bisa terjadi kapan saja. Karena itu masyarakat harus semakin cerdas, berhati-hati, dan tidak mudah percaya terhadap informasi maupun tawaran yang beredar di ruang digital,” ujarnya.

Baca Juga: Mendagri Tegaskan Kesiapan Integrasikan Sistem Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia

Dalam forum tersebut turut hadir Ketua Komisi Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti yang menekankan pentingnya membangun budaya bermedia yang sehat melalui literasi informasi dan pemanfaatan media yang bertanggung jawab.

Sementara itu, praktisi komunikasi digital Yeti Meriani mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi di ruang digital, sehingga tercipta ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif.

Forum diskusi publik ini menjadi bagian dari. upaya memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan di era transformasi digital.(rls)