MANGGARAI NTT, Pelita.co Dstributor pupuk subsidi pemerintah untuk wilayah kabupaten Manggarai NTT, Rober menjamin ketersediaan pupuk bagi masyarakat petani
Kepada Wartawan di Ruteng pada Selasa 24 Februari 2026, Rober mengatakan bahwa stok pupuk sudah ada dan akan didistribusikan ke setiap kios pengecer pada Rabu 25 Februari 2026
“Besok, 25 Pebruari 2026, pupuk sudah bisa didistribusikan ke kios-kios di seluruh Kabupaten Manggarai, termasuk di Satarmese,” jelasnya.
Hal itu Ia pastikan sekaligus menjawab keresahan masyarakat petani yang menyebut adanya keterlambatan pendistribusian pupuk awal tahun 2026 ini
Menurutnya, bulan Januari dan Februari 2026 pupuk telah didistribusikan ke petani
Ia mengaku keterlambatan itu hanya terjadi selama dua minggu terakhir
“Tidak terlambat. Sejak Januari dan Februari kita distribusi lancar. Hanya dua minggu terakhir ada kendala,” katanya
Keterlambatan selama dua Minggu itu tambahnya disebabkan karena kapal pengangkut mengalami kendala sehingga terlambat masuk ke pelabuhan Kedindi Reo
Ia juga menambahkan bahwa secara nasional program pupuk bersubsidi secara mendapat apresiasi pemerintah pusat karena dinilai mendukung program ketahanan pangan
Sebelumnya, seorang petani asal Desa Papang kecamatan Satar Mese, Advensius Mayelus Sambang keluhkan tidak adanya ketersediaan pupuk
Kondisi itu dikabarkan terjadi di empat desa di kecamatan Satar Mese yakni desa Papang, desa Pongkor, desa Ulu Belang, dan desa Ngkaer
Ketiadaan pupuk itu kata Advensius dikhawatirkan akan berdampak pada terjadinya gagal panen
“Sejak Januari sampai sekarang kami belum dapat pupuk. Kalau terus terlambat, bisa-bisa kami gagal panen,” keluhnya
Keluhan tersebut dibenarkan oleh Emiliana (Ellin), penyalur pupuk untuk keempat desa tersebut. Ia mengatakan hingga saat ini stok pupuk belum tersedia di kiosnya
“Pupuk belum masuk di gudang. Di BGR juga belum ada. Masalahnya di Pupuk Indonesia. Kapal belum sandar karena cuaca,” jelas Ellin.
Elli menambahkan bahwa sebagai penyalur, pihaknya hanya menyampaikan harapan para petani agar pupuk tersedia tepat waktu saat musim tanam
Ia menyarankan agar media mengonfirmasi langsung ke pihak distributor di Ruteng untuk mendapatkan informasi pasti
Menurut Ellin, distributor menyampaikan bahwa keterlambatan terjadi akibat kendala cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut pupuk tidak dapat berlabuh di Pelabuhan Reo
Keluhan masyarakat petani ini menembus gedung DPRD kabupaten Manggarai
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Fraksi Perindo, dapil Satarmese Raya, Siprianus Jangka
mengaku menerima banyak laporan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi, khususnya di Desa Papang dan Ulu Belang
Menanggapi laporan itu, Siprianus mendesak agar Pemerintah dan Distributor Bertanggung Jawab atas kebutuhan petani agar petani tidak resah apalagi sudah musim tanam
“Sekarang sudah musim tanam padi, tapi distribusi pupuk tidak lancar. Petani sangat resah,” ujarnya
Siprianus menegaskan bahwa para petani sebelumnya sudah mengalami satu musim tanpa tanam pada Juni–Desember 2025 akibat rehabilitasi saluran irigasi. Karena itu, musim tanam tahun ini menjadi harapan besar bagi mereka.
“Kalau distribusi pupuk terlambat lagi, petani bisa terancam gagal panen. Kasihan mereka, sudah satu musim tidak tanam karena perbaikan irigasi,” Ungkap Siprianus
Media ini telah berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Pertanian kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur pada Selasa siang 24 Februari 2026 perihal keluhan tersebut namun Ia tidak sedang berada di kantornya