Hadapi Musim Kemarau, PDAM Purworejo Siapkan Produksi Air, Infrastruktur, dan Armada Tangki

Ket foto: Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si.

PURWOREJO, Pelita.co – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau guna memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap optimal.

Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si. menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian perusahaan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Pertama, memastikan debit sumber-sumber produksi air tetap terjaga. Kedua, memastikan seluruh peralatan produksi dan distribusi dalam kondisi prima. Ketiga, menyiapkan armada tangki guna menghadapi kondisi darurat apabila terjadi gangguan pasokan air.

“Untuk menghadapi musim kemarau, kami memastikan debit sumber produksi tetap aman, peralatan dalam kondisi baik, dan armada tangki sudah siap apabila dibutuhkan masyarakat,” ujar Hermawan, Selasa (9/6/2026).

Advertisement

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PDAM Purworejo telah melakukan peningkatan kapasitas sejumlah fasilitas produksi. Beberapa peralatan seperti inverter dan pompa diganti dengan kapasitas yang lebih besar untuk meningkatkan kinerja sistem penyediaan air bersih.

Selain itu, PDAM Purworejo juga tengah melakukan pembangunan tambahan reservoir di Simbarjoyo. Penambahan kapasitas tampungan ini diperkirakan mampu menambah volume penyimpanan hingga sekitar 650 meter kubik.

“Reservoir baru ini nantinya akan meningkatkan kapasitas daya tampung air sehingga distribusi untuk wilayah Kota Purworejo hingga pusat kota dapat lebih optimal,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Purworejo Prioritaskan Infrastruktur dalam Musrenbang RKPD 2027

PDAM Purworejo, juga telah mengganti inverter baru pada instalasi Tuk Songo guna meningkatkan keandalan operasional sekaligus efisiensi penggunaan listrik. Di sisi lain, sejumlah pompa pada sistem pengolahan Kutoarjo juga ditingkatkan untuk memaksimalkan distribusi air ke wilayah timur dan kawasan perkotaan.

Untuk mengatasi berkurangnya debit di wilayah Condongsari, PDAM Purworejo juga melakukan berbagai upaya alternatif, termasuk suplai dari sumur Pangen dan bantuan pasokan dari instalasi pengolahan Bendung Boro.

Di sektor distribusi, PDAM Purworejo merencanakan pembangunan jaringan bypass dan crossing pipa di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Perempatan Demangan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pasokan ke daerah-daerah dengan elevasi lebih tinggi seperti wilayah Gebang dan sekitarnya.

Selain kuantitas, kualitas air juga menjadi perhatian utama. PDAM Purworejo secara rutin melakukan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air setiap bulan guna memastikan air yang disalurkan tetap memenuhi standar kesehatan.

Untuk jangka menengah, PDAM Purworejo berencana memasang teknologi membran pada sistem Tuk Songo. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas suplai air hingga menjangkau wilayah yang selama ini masih terbatas pelayanannya, seperti Seren dan Gebang.

Terkait bantuan air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan perpipaan, PDAM Purworejo membuka kesempatan bagi warga untuk mengajukan permohonan bantuan distribusi air melalui BPBD maupun langsung kepada PDAM Purworejo.

Baca Juga: TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 Kodim 0708 Purworejo Ditutup, Infrastruktur Desa Grabag Makin Membaik

Menurutnya, pelayanan distribusi air dengan armada tangki selama ini bersifat sosial. Meski terdapat biaya operasional sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per tangki, PDAM Purworejo menerapkan sistem subsidi silang untuk membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar.

“PDAM Purworejo tetap berkomitmen membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Namun untuk jangka panjang, kami tetap mendorong pengembangan jaringan perpipaan agar pelayanan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Menjelang puncak musim kemarau, PDAM Purworejo juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana, menghindari sambungan ilegal, serta aktif melaporkan apabila ditemukan kebocoran jaringan.

Selain itu, pelanggan diminta rutin memantau meteran air di rumah masing-masing. Dengan pemantauan berkala, kebocoran pada instalasi rumah tangga dapat diketahui lebih awal sehingga tidak menimbulkan pemborosan air maupun lonjakan tagihan.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan jika ada kebocoran agar pelayanan tetap optimal selama musim kemarau,” pungkasnya.

Advertisement