JAKARTA,Pelita.co – Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Sohibul Iman, menegaskan pentingnya membangun budaya hidup sehat melalui keteladanan dan tindakan nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyampaian informasi, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Publik bertema Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Program Kesehatan yang digelar secara virtual melalui Zoom, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Sohibul Iman menjelaskan bahwa kehadiran Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Implementasi dari kebijakan tersebut diwujudkan melalui program BPJS Kesehatan yang memberikan akses layanan kesehatan bagi seluruh warga negara.
“Keberadaan SJSN dan BPJS Kesehatan merupakan bentuk nyata kepedulian negara untuk memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan merata,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan kesehatan harus mengedepankan pendekatan promotif dan preventif sebelum kuratif. Menurutnya, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat menjadi langkah paling penting untuk menekan angka penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Setelah itu dilakukan upaya pencegahan penyakit, dan jika diperlukan barulah dilakukan pengobatan. Pendekatan seperti ini lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Sohibul Iman.
Menurutnya, terdapat tiga hal penting dalam membangun budaya hidup sehat, yakni memberikan contoh, menunjukkan praktik yang baik, dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.
“Budaya hidup sehat itu perlu dicontohkan, perlu ditunjukkan, dan perlu diwujudkan. Masyarakat akan lebih mudah mengikuti ketika melihat langsung praktik yang baik di lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Selain Sohibul Iman, forum tersebut juga menghadirkan praktisi komunikasi Usman Kansong yang menyoroti pentingnya strategi komunikasi publik dalam menyukseskan berbagai program kesehatan pemerintah.
Menurut Usman Kansong, keberhasilan program kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
“Komunikasi publik memiliki peran penting dalam membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap program-program kesehatan. Informasi yang benar dan mudah dipahami akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, di era digital saat ini masyarakat dibanjiri berbagai informasi yang belum tentu benar. Karena itu, literasi digital dan kemampuan memilah informasi kesehatan menjadi sangat penting untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat merugikan masyarakat.
Sementara itu, praktisi kesehatan Hendro Kasmanto menekankan bahwa pola hidup sehat merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurut dr. Hendro Kasmanto, berbagai penyakit tidak menular yang saat ini banyak ditemukan di masyarakat, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat sejak dini.
“Menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit. Pola makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang berkualitas, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatannya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kesehatan ke depan akan semakin kompleks seiring perubahan gaya hidup dan perkembangan zaman. Karena itu, masyarakat perlu terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Menutup diskusi, para narasumber sepakat bahwa keberhasilan program kesehatan nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, media, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum harus bekerja bersama dalam membangun lingkungan yang sehat dan produktif.
“Diperlukan semangat gotong royong dan kolaborasi agar tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai secara optimal,” pungkas Sohibul Iman.(rls)