
PURWOREJO, pelita.co – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) terus memperkuat sinergi dengan sekolah menengah kejuruan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) UMP menggelar pelatihan bertema “Penguatan Technopreneurship Otomotif melalui Pelatihan Servis Kendaraan dan Manajemen Usaha Bengkel bagi Siswa SMK” di SMK Negeri 8 Purworejo, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi siswa di bidang servis kendaraan sekaligus menumbuhkan jiwa technopreneur atau kewirausahaan berbasis teknologi. Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha bengkel secara mandiri.
Kepala SMK Negeri 8 Purworejo Mahmudah mengapresiasi kepercayaan UMP Purworejo yang menjadikan sekolahnya sebagai mitra kegiatan. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMK sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Pelatihan ini diharapkan mampu menambah keterampilan siswa dalam servis kendaraan sekaligus membentuk pola pikir kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan mandiri. Bekal tersebut akan sangat bermanfaat bagi mereka untuk menciptakan peluang usaha di masa depan,” ujarnya.
Ketua tim PkM, Dwi Jatmoko, M.Pd., menjelaskan bahwa perkembangan industri otomotif menuntut lulusan SMK memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar keterampilan teknis. Mereka juga perlu memahami cara mengelola usaha serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang bisnis.
Menurutnya, konsep technopreneurship memadukan penguasaan teknologi, kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan. Karena itu, selama pelatihan peserta tidak hanya mempelajari teknik servis kendaraan sesuai standar industri, tetapi juga mendapatkan materi tentang manajemen bengkel, pelayanan pelanggan, administrasi usaha, pengelolaan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran digital.
“Kami ingin mendorong siswa agar tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Dengan keterampilan teknis dan kemampuan mengelola usaha, mereka memiliki peluang untuk membangun bisnis otomotif yang berdaya saing,” kata Dwi.
Selain melibatkan para siswa, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UMP Purworejo yang berperan sebagai pendamping selama praktik berlangsung. Melalui keterlibatan langsung tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam berbagi pengetahuan, membangun komunikasi, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Selama pelatihan, suasana berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi mengenai peluang bisnis otomotif, inovasi layanan bengkel, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan usaha. Berbagai simulasi dan studi kasus juga diberikan agar peserta memiliki gambaran nyata mengenai pengelolaan usaha bengkel yang profesional.
Melalui program ini, UMP Purworejo berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan SMK yang memiliki kompetensi teknis, berkarakter mandiri, kreatif, inovatif, serta mampu menjadi pelaku usaha otomotif berbasis teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda yang mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah maupun nasional.













