
MANGGARAI NTT, Pelita.co- SMPN 2 Langke Rembong kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses melaksanakan program Green School atau Sekolah Hijau melalui kegiatan kokurikuler di bidang pertanian menanam beberapa jenis tanaman hortikultura
Program green school itu memanfaatkan lahan kosong di dalam area sekolah
Di musim tanam pertama tahun ini SMPN 2 Langke Rembong hanya fokus pada beberapa jenis yaitu sawi, daun bawang dan wortel
Panen perdananya pun dilakukan hari ini oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E.,M.A bersama wakil bupati, Fabianus Abu, S.Pd didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Wenseslaus Sedan serta sejumlah pejabat lain,Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Paskalis Aron dan Koordinator umum ko kurikuler, Sofia Koni disaksikan para guru serta perwakilan siswa. Rabu 13 Agustus 2026
Bupati dan Wakil Bupati terpantau mencabut tanaman wortel secara bersamaan menandakan panen perdana itu dilakukan
Dalam sambutannya, Hery Nabit mengungkapkan apresiasi atas suksesnya program Green School SMPN 2 Langke Rembong itu
“Pemerintah tentu mengapresiasi dan terimakasih kepada sekolah, kepada bapak ibu guru sekalian terutama kepada kepala sekolah dan ibu koordinator yang mengurus hal ini” ungkapnya
Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sekaligus sebagai hal yang mengajarkan nilai kehidupan kepada anak anak
Orang nomor satu di kabupaten Manggarai ini berharap kesuksesan program green school SMPN 2 Langke Rembong ini dapat menginspirasi sekolah lain
Dalam kesempatan itu Ia juga menekankan tentang kompetensi akademik, tidak hanya bagi siswa tetapi juga para guru
Sebelum melakukan pande wortel, Bupati Hery Nabit bersama wakilnya, Fabianus Abu menemui para siswa yang sejak pagi menunggu di halaman tengah sekolah tersebut
Di hadapan para pemilik seragam putih biru itu Hery Nabit memberikan motivasi agar semangat belajar agar menjadi hebat
Baca Juga: SPPG Compang Pacar Terus Berikan Pelayanan Maksimal, Kualitas Makanan Tetap Jadi Prioritas
Hebat yang dimaksudkannya itu adalah tidak hanya hebat dalam berbicara tetapi juga hebat berperilaku
Sementara Wakil Bupati, Fabianus Abu memuji eksistensi SMPN 2 Langke Rembong itu
Sekolah tersebut menurutnya adalah salah satu sekolah lama dengan fasilitas gedung yang sangat bagus sejak tahun 1979, 1980 dan telah matang dalam menyelenggarakan program pendidikan
Dengan begitu Ia menyebutnya dengan istilah Manggarai ”wake caler ngger wa, saung beba ngger eta”
Diwawancarai wartawan usai kegiatan tersebut, Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Paskalis Aron mengungkapkan rasa terimakasihnya
“Pertama kami menyampaikan terimakasih atas dukungan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai terutama hari ini sudah datang mendukung kami” ungkap Paskalis
Kehadiran bupati dan wakil bupati itu kata Paskalis merupakan dukungan dari pemerintah yang menambah semangat dan kekuatan baru bagi siswa siswi sehingga kegiatan tersebut akan terus berlanjut
Program green school ini tambahnya merupakan program Bupati dan Wakil Bupati Manggarai dan pihaknya hanya mengeksekusi program tersebut melalui kegiatan kokurikuler
Kegiatan kokurikuler ini tambahnya adalah mengintegrasikan mata pelajaran intra kelas dengan kegiatan di luar kelas yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa terkait proses dari sebuah hasil yang dicapai
Output dari pelajaran kokurikuler bidang pertanian ini menurutnya tidak hanya berorientasi pada hasil dari tanaman tanaman tersebut tetapi lebih dari itu adalah untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, tanggungjawab, kekompakan hingga kejujuran anak
Tidak hanya itu program green school ini menurutnya dalah juga mempersiapkan anak agar memiliki pengetahuan dan pengalaman jika nantinya bertani sebab belum tentu semua peserta didiknya kelak menjadi pegawai
Hasil panen ini dijual kepada para guru. Ke depan target pasarnya adalah dapur MBG. Uang hasil penjualannya dimasukan ke dalam pendapatan lain ARKAS BOS dengan harapan nantinya akan mendapatkan dana BOS kinerja
Paskalis memastikan tanaman hortikultura hasil produksi guru dan peserta didiknya ini tidak menggunakan pupuk dan obat kimia tetapi menggunakan pupuk organik dari siswa
Selain pupuk organik, tanaman itu juga didukung dengan Mikro Organisme Lokal (MOL) Cair yang diproduksi sendiri dengan bahan dasar beras dan gula
Proses pembuatan MOL ini kata Paskalis akan diajarkan kepada siswa
Dalam kesempatan yang sama Koordinator umum kokurikuler SMPN 2 Langke Rembong, Sofia Koni menjelaskan bahwa dalam kurikulum merdeka ini ada tiga jenis kegiatan kurikuler yaitu ko kurikuler, intra kurikuler dan ekstra kurikuler
Kegiatan kokurikuler ini kata Sofia dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu
Lebih lanjut Ia jelaskan bahwa kegiatan kokurikuler tidak hanya pertanian saja tetapi juga kegiatan lain seperti olahraga, kesenian, literasi, numerasi dan tujuh kebiasaan anak Indonesia
Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati serta rombongan disambut antusias segenap warga lembaga SMPN 2 Langke Rembong
Setiba di gerbang sekolah, rombongan orang nomor satu di kabupaten Manggarai itu langsung disambut hangat Kepala sekolah bersama sejumlah guru untuk dilakukan penjemputan resmi atau curu
Di sisi lain, sejumlah siswa berbusana adat Manggarai membawakan tarian tiba Meka diiringi bunyi gong dan gendang yang dimainkan sejumlah guru
Kolaborasi guru dan siswa ini menjadikan prosesi penyambutan itu terasa lebih meriah
Dalam prosesi penjemputan ini rombongan dikalungi selendang dan dipakaikan topi soket khas budaya Manggarai
Pagar betis siswa berseragam putih biru dibalut rompi khas SMPN 2 Langke Rembong ikut mewarnai kiri kanan jalan yang dilalui bupati dan rombongan menuju halaman tengah sekolah, tempat di mana ribuan siswa menanti kedatangan sang bupati
Tepuk tangan disertai teriakan ucapan selamat datang menjadikan suasana makin meriah yang memberikan kesan betapa bahagia dan rindunya para siswa SMPN 2 Langke Rembong akan kedatangan sang pemimpin
Kunjungan kerja bersama Bupati Hery Nabit dan Wakil Bupati Fabianus Abu dalam agenda panen perdana tanam hortikultura ini berlangsung aman dan lancar













