SMKN 1 Purworejo Raih Juara Satu LKS Tingkat Provinsi Mata Lomba Prototype Modelling

, Pelita.co,– Prestasi sangat membanggakan bagi Syafrizal Nashirul Huda, siswa kelas XI Teknik Pemesinan , karena berhasil memenangkan lomba (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tingkat Provinsi tahun 2022, berhasil meraih juara satu dalam .

SMKN 1 Purworejo Raih Juara Satu LKS Tingkat Provinsi Mata Lomba Prototype Modelling
Ket foto: Syafrizal Nashirul Huda, siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMK N 1 Purworejo, saat mengerjakan soal dalam mata lomba Prototype Modelling, secara , Rabu (25/5/22) foto: pelita.co

Dalam lomba bergensi tersebut, Syafrizal
merupakan perwakilan dari Kabupaten Purworejo berhasil mengalahkan 9 pesaingnya dalam LKS yang pelaksanaanya secara daring (Dalam Jaringan), berlangsung Senin (23/05/22) hingga Rabu (25/05/22).

Dra. Indriati Agung Rahayu, M.Pd. menyampaikan, dalam LKS tingkat provinsi tersebut, SMKN 1 Purworejo mengirimkan 14 atlet 14 bidang mata lomba tersebut hanya mata lomba Prototipe Modeling yang berhasil juara satu.

Selain juara satu, tiga siswa kita juga meraih juara dua untuk mata lomba Bricklying oleh Zaeniy Mustofa, Cahya Aris Setiyawan, mata lomba Cabinet Making dan Debby Ernandho pada mata lomba Welding,” jelas Indriati.

Lanjut Indriati, untuk juara dalam LKS mata lomba Prototype Modelling tingkat provinsi ini, SMKN 1 Purworejo, otomatis akan mewakili Jawa Tengah untuk LKS tingkat Nasional.

“Untuk LKS tingkat nasional diperkirakan akan akan berlangsung sekilar bulan Oktober atau November 2022, tetapi masih dengan daring,”terang Indriati didampingi pembimbing LKS Firman Hidayat, dan Waka Soegeng Wijono, ST, M.Eng. Jumat ( 28/5/2022).

Lanjut Indriati, LKS yang dilaksanakam kemarin hard skill atau kompetensi, beda dengan tahun sebelumnya, karena , kegiatan belajar mengajar jadi terbatas, ini yang jadi kendala dan sangat dirasakan pembimbingnya, terutama untuk kompetensi baik itu kerja bangku, penggunaan mesin dan bubut.

“Namun, setelah beradaptasi kami bisa atasi dengan secara intensif berlatih mengacu pada kisi-kisi yang ada,”ucap Indriati.

Menurut Indriati, saat lomba berlangsung, memang ada perubahan-perubahan pada kisi-kisi mata lomba saat latihan, ada sekitar 30 persen bedanya. Sementara dalam mata lomba prototipe modeling tugasnya membuat bentuk stik game PS selama 7,5 jam, nanti yang dinilai ukuran dan tampilan, serta penilaian untuk desainnya.

“Hasil tersebut, nanti akam dikirim ke juri untuk dinilai, kemudian hasilnya diumumkan,” terangnya.

Mengenai kendala saat lomba secara daring, ungkap Indriati, secara teknis, kwalitas jaringan internet dan listrik harus siap dan tidak boleh padam.

“LKS tingkat nasional mendatang, persiapannya kita masih mengacu pada kisi-kisi soal tahun kemarin, meski ada sedikit perbedaan antara propinsi dan nasional, untuk kompetensinya kerja bangku, relatif masih sama. Hanya durasi waktunya yang berbeda,” kata Indriati.

“Kami berharap, semoga LKS tingkat nasional bisa meraih juara satu, sehingga akan memotivasi adik kelasnya agar bisa berprestasi mengikuti jejak kakak kelasnya membawa nama baik sekolah,”pungkas Indriati.