Semangat Juang Warga Klumpang Desa Kajong, Kompak Serahkan Lahan Asalkan Kebutuhan Air Minum Bersih Terpenuhi

Ketua LPKPK, Stefanus Woket (tengah/berkemeja hitam),Sekretaris LPKPK Komcab Manggarai, Yeremias Guntur (sebelah kanan ketua LPKPK) Dan Tua Adat Kampung Klumpang Sekaligus Pemilik Lahan Mata Air Lipang (sebelah kiri ketua LPKPK/berkemeja putih lengan panjang) Serta Warga Kampung Klumpang Saat Berpose Bareng Langsung Di Mata Air Lipang Kampung Klumpang Desa Kajong

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Semangat warga Klumpang desa Kajong kecamatan Reok Barat kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendapatkan bantuan air minum bersih dari pemerintah tidak perlu diragukan lagi

Pahitnya perjuangan mendapatkan air minum bersih selama puluhan tahun yang harus menempuh jarak kurang lebih 500 meter, kini warga Klumpang memiliki semangat yang sama untuk memperdekat sumber air hingga ke permukiman warga dengan memohon bantuan pembangunan fasilitas air minum bersih kepada  pemerintah

Mereka mengikhlaskan dan menyerahkan lahan untuk dibangun fasilitas air minum bersih, baik di area sumber mata air maupun lahan yang akan dilewati jaringan pipa dan fasilitas lain seperti bak

Advertisement

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rapat yang difasilitasi tua adat kampung Klumpang, Marianus Min dan dihadiri oleh seluruh warga Klumpang serta disaksikan Sekretaris Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan (LPKPK), Yeremias Guntur

Berbagai aktivitas mereka lakukan secara bergotong royong membersihkan sumber mata air dan akses jalan menuju mata air Lipang sebagai bukti keseriusan mereka akan bantuan pemerintah

Senin 21 Juni 2026, warga Klumpang bersama ketua LPKPK, Stefanus Woket dan Sekretarisnya, Yeremias melihat langsung mata air Wae Lipang yang rencananya akan digunakan jika pemerintah berkenan menurunkan program bantuan air minum bersih

Baca Juga: Tebarkan Ancaman Dan Benturkan Warganya Sendiri, Kepala Desa Bulan Kabupaten Manggarai NTT Dilaporkan Ke Polisi

Mata wae Lipang diyakini warga Klumpang memiliki debit yang sangat cukup serta mengalir stabil hingga musim kemarau

Saat dilakukan pengukuran secara manual melalui pancuran batang bambu yang dibuat warga, 5 liter per 9 detik

Debit itu kemungkinan besar akan bertambah jika beberapa sumber lain di sekitarnya disatukan ke sumber utama

Dalam kesempatan itu, Marianus Min selaku pemilik lahan mata wae Lipang secara terbuka menyerahkannya agar dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama warga Klumpang

Penyerahan itu diharapkan supaya pemerintah tidak ragu memperhatikan dan merespon permohonan bantuan air minum bersih mereka

“Saya atas nama Marianus Min pemilik lahan tumbuhnya air Lipang ini, hari ini saya menyerahkan kepada pihak pemerintah, tidak hanya sekedar ucapan tapi dengan tertulis saya menyerahkan kepada pemerintah agar pemerintah memperhatikan dan merespon atas permohonan kami karena sudah berpuluhan tahun warga Klumpang sampai hari ini belum pernah menikmati air minum bersih” ungkap Marianus kepada wartawan

Baca Juga: Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda Di ReoK, Bupati Manggarai NTT Sampaikan apresiasi

Ia berharap agar keluhan atau permohonan mereka yang disampaikan melalui LPKPK mendapat respon dari pemerintah

“Kami mohon semoga pemerintah respon atas permintaan dan keluh kesah kami warga kampung Klumpang yang kami sampaikan kepada pemerintah melalui LPKPK sejak beberapa Minggu lalu” ungkapnya

Marianus menegaskan Ia dan warga Klumpang tidak merasa rugi jika lahan mereka digunakan untuk membangun fasilitas air minum bersih

Yang paling penting bagi mereka adalah air minum bersih bisa mereka nikmati tanpa harus berjalan hingga ratusan meter

”Kami tidak merasa rugi ketika di saat penggusuran atau di saat pipa dibentangkan di setiap lahan. Jangankan tanah kosong, biar tebang pohon kemiri juga kami tidak keberatan. Yang terpenting terpenuhi kebutuhan kami bawa air minum bersih sampai ke kampung kami” ungkap Marianus

Dalam kesempatan yang sama, ketua LPKPK cabang Manggarai, Stefanus Woket mengatakan mengapresiasi semangat serta kehidupan warga Klumpang yang masih melekat dengan budaya

Stefanus mengatakan kedatangannya ke Klumpang adalah kali kedua setelah sebelumnya pada 7 Juni lalu pernah mendatangi kampung yang berada kurang lebih 8 km dari Kajong ibukota desa Kajong tersebut

Stefanus mengucapkan rasa empatinya terhadap kehidupan warga Klumpang dan serta mengungkapkan keberpihakannya kepada masyarakat

Potret Kekompakan Dan Keakraban Warga Klumpang Desa Kajong Kabupaten Manggarai NTT

”Kami sangat apresiasi kepada warga Klumpang, 24 KK atau setara 200 jiwa karena Bapak Ibu melekat dengan budaya. Jujur, kami berpihak kepada masyarakat dan berempati tentang hak masyarakat yaitu air minum bersih” ungkap Stefanus

Stefanus mengatakan bahwa air minum adalah sumber kehidupan yang menjadi kebutuhan dasar

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah bersurat kepada Bupati Manggarai dan mendatangi Dinas PUPR kabupaten Manggarai perihal permohonan bantuan air minum bersih warga Klumpang tersebut

Stefanus menjelaskan bahwa Sekretaris Dinas PU kabupaten Manggarai menyarankan agar permohonan itu disampaikan secara tertulis melalui proposal resmi dari pemerintah desa Kajong dilampirkan dengan surat pernyataan pembebasan lahan mulai sumber mata air, jalur pipa dan bak penampung atau reservoar

Ia berharap agar warga Klumpang ikhlas dan mau membuat surat pernyataan pembebasan lahan tersebut

Stefanus juga mengingatkan warga Klumpang itu untuk tidak menciptakan konflik jika ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah

”Ketika pemerintah turunkan program ke Klumpang, harapannya tidak boleh nanti ke depannya itu muncul Masalah atau konflik di masyarakat sebab air ini nanti bukan untuk siapa siapa, untuk Bapak Ibu di Klumpang” ungkap Ketua LPKPK Komcab Manggarai ini

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah pasti mendengar permohonan mereka sebab pemerintah tidak menganak tirikan mereka

Kedatangan yang kedua kalinya ini kata Stef adalah untuk mendukung serta semangat warga Klumpang akan kebutuhan air minum bersih untuk diteruskan kepada pemerintah

Ia meminta Bupati Manggarai untuk mendengarkan suara permohonan warga Klumpang

”Pertama, yang terhormat bapak Bupati Manggarai sebagai pemangku kebijakan tolonglah dengarkan aspirasi warga masyarakat RT 03 Klumpang desa Kajong ini” pintanya

Stefanus bahkan meminta Bupati Manggarai, Herybertus Nabit untuk datang ke kampung Klumpang supaya bisa melihat langsung kondisi mereka

LPKPK telah berkoordinasi dengan pemerintah desa Kajong perihal surat permohonan atau proposal sebagaimana disarankan oleh pihak Dinas PUPR kabupaten Manggarai

LPKPK juga telah menyerahkan surat pernyataan pembebasan lahan warga Klumpang kepada Pjs. Desa Kajong Sebastianus Emon di rumah pribadinya pada Senin sore (21/06)

Sebastianus menyatakan apresiasi atas perhatian dan langkah yang dilakukan LPKPK

”Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi atas upaya dari LPKPK dalam membantu warga saya” ujar Sebastianus

Ia juga berkomitmen akan membuat proposal tersebut sesegera mungkin

Stefanus berkomitmen untuk terus mengawal permohonan warga Klumpang tersebut

“Yang pasti lembaga kami LPKPK akan terus mengawal permohonan dari warga Klumpang ini sampai ada respon dari pemerintah” ungkap Stefanus kepada wartawan

Selain air minum bersih, warga Klumpang juga membutuhkan perhatian pemerintah akan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beberapa warga, peningkatan jalan ke kampung Klumpang, MCK (mandi cuci kakus) serta pembukaan jalan tani

 

Advertisement