Rembugan Bocah Purworejo 2026: Pemkab dan Forkare Perkuat Partisipasi Anak Wujudkan KLA dan Generasi Emas 2045

Ket foto: Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Rita Purnama, S.STP., M.M.,

PURWOREJO, pelita.co – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) bersama Forum Komunikasi Anak Kabupaten Purworejo (Forkare) menggelar puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rembugan Bocah Purworejo 2026, di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo, Selasa (4/8/2026).

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Rita Purnama, S.STP., M.M., yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan Rembugan Bocah sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam memberikan ruang partisipasi bagi anak untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bangga dapat bertemu dengan anak-anak Kabupaten Purworejo melalui forum Rembugan Bocah ini. Rembugan Bocah adalah ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, harapan, serta berbagai hal yang kalian rasakan,” ujarnya.

Rita mengungkapkan, capaian Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Purworejo hingga saat ini masih berada pada kategori Pratama, sedangkan capaian Pengarusutamaan Gender (PUG) telah mencapai kategori Nindya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah semakin aktif menghadirkan program yang berpihak pada kepentingan anak agar predikat KLA dapat terus meningkat.

“Kabupaten Purworejo merupakan Kabupaten Layak Anak. Namun sudah beberapa tahun dievaluasi, predikat kita masih Pratama. Oleh karena itu, kami mohon kepada para perangkat daerah yang hadir, setiap menyusun program dan kegiatan dapat melibatkan kegiatan-kegiatan yang ramah anak,” katanya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Pengelolaan Aset dan Pelayanan, KAI Daop 5 Bertemu Pemkab serta Kejari Purworejo

Mengusung tema “Bangun Ketahanan Mental Anak, Wujudkan Generasi Tangguh dan Berdaya”, kegiatan ini menghadirkan Manajer Program Pawirosastro Foundation, Mastri Imammusadin, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi bertajuk “Suara Anak: Masa Depan Purworejo Mendorong Partisipasi Bermakna Anak dalam Pembangunan Daerah.”

Menurut Mastri, suara anak merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Dengan jumlah anak yang mencapai hampir 30 persen dari total penduduk, keterlibatan mereka dalam proses pembangunan menjadi faktor strategis untuk mewujudkan generasi yang terlindungi, berdaya, dan berkembang secara optimal.

“Suara anak adalah masa depan Purworejo. Dengan jumlah populasi anak yang mencapai hampir 30 persen dari total penduduk, keterlibatan aktif anak dalam pembangunan daerah merupakan investasi strategis untuk mewujudkan generasi yang terlindungi, berdaya, dan optimal perkembangannya,” ungkapnya.

Rembugan Bocah Purworejo 2026 diikuti sekitar 300 peserta yang merupakan perwakilan siswa dari 65 satuan pendidikan jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Purworejo.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Deklarasi Suara Anak Kabupaten Purworejo sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mengakomodasi aspirasi anak sebagai bagian dari perencanaan pembangunan.

Melalui penyelenggaraan Rembugan Bocah, Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, sekaligus menyiapkan generasi muda yang tangguh, cerdas, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Siltap Kecil dan THR Tak Pasti, PPDI Minta Pemkab Tak Tutup Mata