
TANGERANG,Pelita.co. – Proyek Perbaikan Saluran Air (Turap) di Jalan RW 031, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang menelan dana sebesar. Rp119.580.000 sudah melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) serta mengikuti Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditentukan oleh perencanaan maupun tim teknis dan survey Kecamatan Kelapa Dua. Sabtu, (18/07/2026)
PT. Safaa Mandiri Konstruksi yang mendapat proyek PL dari Satuan Kerja Kecamatan Kelapa Dua sudah melaksanakan proyek sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yakni mengikuti panduan atau instruksi tertulis yang dibakukan untuk mengatur langkah demi langkah sebuah proses kerja agar berjalan dengan efisien, konsisten, dan terhindar dari kesalahan.
Adapun merk semen yang digunakan “Semen Jempolan” adalah semen ramah lingkungan produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (produsen Semen Tiga Roda), tentunya juga berkualitas. Sedangkan untuk K3 (Kesehatan, Keselamatan, Kerja) para pekerja kontruksi sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai perlengkapan safety saat bekerja.
Merespon pemberitaan yang beredar, Jepri Ketua Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara dan Hak Asasi Manusia (LipanHam) DPD Provinsi Banten meluruskan pemahaman media mengenai pelanggaran K3 dan penggunaan material semen seperti yang disebutkan dalam berita.
Merk semen kata Jepri itu bermacam-macam dan bervariasi, seperti pembangunan Turap tersebut menggunakan semen merk “Semen Jempolan” menurutnya itu sudah sesuai dengan spesifikasinya, mengapa demikian, karena “Semen Jempolan” itu produksi dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yaitu (produsen Semen Tiga Roda), jadi tidak perlu diragukan lagi standar maupun kualitasnya.

“Kritik dan saran itu sangat baik untuk membangun, akan tetapi harus sesuai dengan fakta dilapangan, namanya pekerjaan itu normatif, namanya proyek adapun kesalahan sedikit itu sangat manusiawi dan itu bisa langsung diperbaiki, yang terpenting penyedia jasa sudah mengikuti prosedurnya dengan hasil proyek yang maksimal dan memuaskan,” ungkap Jepri.
Baca Juga: Abaikan SE Bupati, THM Gading Serpong Diduga Tetap Beroperasi Saat Ramadan LipanHam Surati Bupati
Setelah mendapat kabar berita, salah seorang warga asli Bojong Nangka merasa terkejut dengan adanya pemberitaan, meskipun begitu berita yang mencuat itu akan menjadi bahan masukan dan koreksi untuk memperbaiki demi kemajuan pembangunan.
“Saya kenal kontraktornya, dia merupakan salah satu putra daerah, nggak mungkin juga dia membangun wilayahnya sendiri dengan asal-asalan, pasti beliau akan memberikan hasil yang terbaik, mengkritik boleh tapi harus memahami konteks dan substansinya serta apa yang disampaikan jangan sampai sifatnya tendensius,” papar Warga.













