
PURWOREJO,pelita.co,-Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Purworejo. Salah satunya melalui panen jagung Kwartal III Tahun 2026 di lahan Tanah Bengkok Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kamis (20/8/2026).
Panen yang berlangsung di lahan sekitar satu hektare tersebut menghasilkan kurang lebih 4 ton jagung pipil. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan jajaran Polres Purworejo terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakapolres Kompol Nana Edi Sugito, S.H., serta jajaran pejabat utama Polres Purworejo.
Kegiatan juga dihadiri Camat Bayan Yeni Astuti, S.STP., M.Sc., Kapolsek Bayan AKP Tulus Priyanto, S.H., Danramil 02 Bayan Kapten Inf Budi Arifianto, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo, Kepala Desa Kalimiru Agung P beserta perangkat desa, serta jajaran Kelompok Tani Sido Agung.
AKBP Windy mengatakan, keberhasilan panen tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian produksi pertanian. Hasil yang diperoleh juga diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan sektor peternakan di tingkat desa.
“Ke depan hasil panen jagung ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat desa dan kelompok tani. Sebagian besar hasil panen juga akan diolah kembali menjadi pakan ternak guna mendukung kemandirian sektor peternakan lokal,” kata AKBP Windy.
Menurutnya, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
Baca Juga: Polres Purworejo Edukasi Warga soal Knalpot Brong, Pelanggar Terancam Denda Rp250 Ribu
Sementara itu, Kepala Desa Kalimiru Agung P mengapresiasi pendampingan dan dukungan berbagai pihak yang telah membantu keberlangsungan program pertanian di wilayahnya.
Ia menilai kerja sama antara aparat, pemerintah, dan kelompok tani menjadi salah satu faktor penting sehingga Desa Kalimiru mampu menjaga konsistensi dalam mendukung program ketahanan pangan.
Panen jagung di Kalimiru pun menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari tingkat desa melalui pemanfaatan lahan, pendampingan petani, serta pengelolaan hasil pertanian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan hasil panen sekitar 4 ton dari lahan satu hektare, sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga membuka manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga Purworejo.













