Dwi Jatmoko Perkenalkan Teaching Factory UMPurworejo di Forum Pendidikan Vokasi Internasional Taiwan

Foto bersama dengan mitra kolaborasi di ajang Kegiatan AASVET taiwan

TAIPEI, pelita.co, – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) memperkenalkan gagasan pengembangan pendidikan vokasi melalui presentasi materi Teaching Factory (TeFa) dalam forum internasional The 22nd International Conference of the Asian Academic Society for Vocational Education and Training (AASVET 2026) di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taipei, Taiwan.

Dwi Jatmoko, M.Pd., dari UMPwj foto bersama Prof. Dr. Sufen Chen

Dalam konferensi yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 tersebut, Dwi Jatmoko, M.Pd., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMPurworejo, tampil sebagai presenter pada Kamis (29/10/2026).

Dalam paparannya, Dwi mengangkat materi tentang Teaching Factory sebagai salah satu model pembelajaran yang mengintegrasikan lingkungan pendidikan dengan sistem dan standar kerja industri. Konsep ini dinilai penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menurut Dwi, Teaching Factory bukan sekadar kegiatan praktik di lingkungan kampus, melainkan pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa.

“Melalui Teaching Factory, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan kompetensinya melalui proses pembelajaran yang menyerupai kondisi kerja di industri. Dengan demikian, lulusan memiliki kesiapan dan keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Dwi.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan vokasi harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan tuntutan industri. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Baca Juga: Sebanyak 380 Mahasiswa UMPurworejo Diwisuda, Kepala DPUPR Purworejo Wisudawan Kelas Karyawan

Presentasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi UMPurworejo untuk memperkenalkan pemikiran dan pengalaman pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di bidang Pendidikan Teknik Otomotif, kepada akademisi dari berbagai negara.

AASVET 2026 diikuti puluhan peserta dari sembilan negara di Asia. Konferensi tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan Technical and Vocational Education and Training (TVET), termasuk transformasi digital, kecerdasan buatan, serta kebutuhan kompetensi baru di dunia kerja.

Dwi berharap, keikutsertaannya dalam konferensi internasional tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Prodi PTO FKIP UMPurworejo, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas jejaring akademik internasional.

“Pengalaman dan berbagai gagasan yang diperoleh dari forum ini diharapkan dapat kami bawa pulang untuk dikembangkan di lingkungan kampus. Kami ingin pembelajaran vokasi semakin inovatif, relevan dengan kebutuhan industri, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta siap bersaing,” tambahnya.

Melalui partisipasi dalam AASVET 2026, UMPurworejo terus berupaya memperluas kontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kehadiran dosen dalam forum akademik internasional diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kerja sama global, dan mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.