DPUPR Purworejo Luncurkan SIMPEL LAB, Permudah Layanan Laboratorium Konstruksi Secara Digital

PURWOREJO, Pelita.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo terus memperkuat transformasi digital pelayanan publik dengan meluncurkan SIMPEL LAB (Sistem Informasi Pelayanan Laboratorium dan Alat Berat).

Inovasi ini memungkinkan seluruh proses layanan laboratorium konstruksi dilakukan secara daring, mulai dari pendaftaran, pemantauan proses pengujian, hingga penerbitan hasil uji dalam bentuk sertifikat elektronik.

Peluncuran SIMPEL LAB dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) dan diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo beserta sejumlah kepala perangkat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Melalui platform ini, masyarakat maupun penyedia jasa konstruksi tidak lagi harus bolak-balik ke kantor untuk mengurus administrasi pengujian. Pengguna cukup mendaftarkan layanan secara online, kemudian datang hanya untuk menyerahkan benda uji.

Selanjutnya, seluruh tahapan proses dapat dipantau secara real time hingga hasil pengujian diterbitkan secara digital dengan tanda tangan elektronik yang terjamin keamanannya.

Kepala UPTD Laboratorium Konstruksi dan Pengelolaan Alat Berat DPUPR Kabupaten Purworejo, Sigit Gunawan, mengatakan SIMPEL LAB merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyesuaikan kebutuhan era digital.

Baca Juga: Mendagri Tegaskan ASN Harus Mampu Beradaptasi dan Layani Masyarakat yang Beragam

“Dengan SIMPEL LAB, pengguna jasa tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor. Pendaftaran dilakukan secara online, hasil pengujian juga disampaikan secara digital dengan tanda tangan elektronik sehingga lebih mudah, aman, dan kerahasiaannya terjamin,” ujarnya Senin (27/7/2026).

Selain mempermudah layanan, sistem ini juga telah terintegrasi dengan pembayaran retribusi secara digital. Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) dapat diterbitkan melalui sistem dan dibayarkan melalui Bank Jateng maupun QRIS. Setelah seluruh proses selesai, pengguna dapat mengunduh e-Sertifikat tanpa harus datang kembali ke kantor.

Menurut Sigit, inovasi tersebut semakin memperkuat posisi Laboratorium Konstruksi DPUPR Purworejo yang kini menjadi salah satu laboratorium pengujian konstruksi paling lengkap di Jawa Tengah.

Laboratorium tersebut telah memperoleh akreditasi nasional ISO/IEC 17025:2017 sejak tahun 2023. Awalnya hanya memiliki tiga parameter pengujian, namun kini berkembang menjadi 22 parameter yang telah diakui secara nasional. Tahun ini, DPUPR Purworejo juga menargetkan penambahan menjadi 24 parameter pengujian.

“Saat ini di Jawa Tengah hanya ada tiga laboratorium konstruksi yang terakreditasi, yaitu milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, dan Kabupaten Purworejo.
Karena itu kami sering menjadi rujukan pengujian dari berbagai daerah,” katanya.

Tak hanya melayani kebutuhan di Kabupaten Purworejo, laboratorium tersebut juga telah menerima pengujian dari berbagai daerah seperti Kebumen, Banyumas, Cilacap, Temanggung, Pekalongan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY pernah mempercayakan laboratorium ini untuk mendampingi pelaksanaan uji petik pekerjaan konstruksi di Kabupaten Kulon Progo.

Baca Juga: PII Kabupaten Purworejo Resmi Berdiri, Heru Budi Utomo Nahkodai Organisasi Insinyur Periode 2026–2029

Jenis pengujian yang paling banyak dilakukan adalah uji kuat tekan beton, selain pengujian aspal, baja, material agregat, serta berbagai pengujian konstruksi lainnya yang didukung peralatan laboratorium berstandar nasional.

Selain berfungsi sebagai pusat layanan teknis, UPTD Laboratorium Konstruksi dan Pengelolaan Alat Berat juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2025, realisasi pendapatan unit tersebut mencapai sekitar Rp700 juta, jauh melampaui target yang ditetapkan sekitar Rp230 juta.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Purworejo, Eko Paskiyanto, menegaskan bahwa SIMPEL LAB merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.

“SIMPEL LAB bukan sekadar sebuah aplikasi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Ke depan, DPUPR Purworejo akan terus meningkatkan kapasitas laboratorium melalui penambahan parameter pengujian serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Saat ini sejumlah personel laboratorium juga tengah mengikuti sertifikasi nasional bidang pengujian beton guna memperkuat kualitas layanan.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, SIMPEL LAB diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat dan pelaku jasa konstruksi, tetapi juga semakin mengukuhkan Laboratorium Konstruksi DPUPR Kabupaten Purworejo sebagai laboratorium rujukan di tingkat regional.