Dinpusip Purworejo Intensifkan Pelacakan Naskah Kuno, Sudah Kumpulkan 15 Dokumen Bersejarah

Advertisement

PURWOREJO,pelita.co, – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo terus menggencarkan upaya pelacakan dan pelestarian naskah kuno yang diduga masih banyak tersimpan di tengah masyarakat. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Pembinaan dan Perawatan Naskah Kuno yang digelar di aula Perpustakaan Umum, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinpusip, Stephanus Aan Isa Nugroho, SSTP, MSi, serta dihadiri perwakilan komunitas, pemerhati budaya, dan pecinta naskah kuno di wilayah Purworejo.

Dalam sambutannya, Aan Isa Nugroho mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 15 naskah kuno yang selanjutnya akan dilakukan proses alih media sebagai bagian dari upaya pelestarian.

“Kami menyadari bahwa keberadaan arsip dan naskah kuno sangat penting dalam memperkuat jati diri Purworejo,” ujarnya.

Advertisement

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara naskah kuno dan arsip. Menurutnya, naskah kuno merupakan dokumen tertulis yang memiliki nilai historis dan budaya, biasanya menggunakan aksara serta bahasa lama. Sementara itu, arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk yang digunakan sebagai bahan pertanggungjawaban.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa naskah kuno tidak sekadar dokumen lama, melainkan menyimpan nilai budaya, pengetahuan, serta kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Baik arsip maupun naskah kuno, keduanya memiliki peran penting sehingga perlu dirawat dengan baik,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinpusip berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus mempererat jejaring antar komunitas pelestari literasi.

Dalam forum tersebut juga terungkap adanya potensi keberadaan naskah kuno lainnya di berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo. Untuk itu, Dinpusip bersama komunitas terkait akan terus melakukan penelusuran guna mengungkap dan menyelamatkan warisan berharga tersebut.

Advertisement