
PURWOREJO, pelita.co – Kebakaran hebat melanda area produksi PT Unggulrejo Wasono, Kabupaten Purworejo, Jumat (7/8/2026) siang. Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik pada salah satu mesin produksi dengan cepat membesar dan menghanguskan sekitar 500 unit mesin tenun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari mesin kanjian yang digunakan dalam proses awal pengolahan benang. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke bagian atas mesin sebelum menjalar ke deretan mesin tenun yang berada di sekitarnya.
Petugas keamanan PT Unggulrejo Wasono, Ferry Enggriyanto, menjelaskan bahwa banyaknya serat kapas yang menempel pada mesin membuat api sangat mudah menyebar. Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin sehingga upaya pemadaman awal yang dilakukan para pekerja tidak mampu menghentikan kobaran api.
“Api pertama muncul dari mesin kanjian saat proses produksi berlangsung. Setelah itu menjalar ke bagian atas mesin dan terus membesar karena banyak serat kapas yang mudah terbakar,” ujar Ferry.
Melihat api semakin sulit dikendalikan, pihak perusahaan segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 14.20 WIB. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, termasuk satu unit bantuan dari Kabupaten Kebumen. Armada pemadam beberapa kali harus kembali untuk mengisi suplai air sebelum melanjutkan proses pemadaman.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Baca Juga: Cakades Manong, Dionisius Jatong Kantongi Nomor Urut 2
Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas produksi, tetapi juga mengakibatkan dua orang karyawan mengalami luka. Keduanya menderita patah tulang dan sesak napas saat berupaya menyelamatkan diri, kemudian langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat kebakaran itu, sekitar 500 unit mesin tenun dilaporkan mengalami kerusakan. Nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak perusahaan bersama instansi terkait.
Sementara itu, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu mesin produksi, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan sumber api secara pasti.













