Beranda News

Cinta Alam Sejak Dini, CINTALDO Angkatan 46–47 SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo Digelar di Desa Puspo

Cinta Alam Sejak Dini, CINTALDO Angkatan 46–47 SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo Digelar di Desa Puspo
Ket foto: Kepala SMK PN2 Rakhmi Widayati, S.Sos., M.Pd., memimpin langsung upacara pembukaan, anggota CINTALDO.

PURWOREJO, pelita.co – SMK Pembaharuan Purworejo bersama SMK PN 2 Purworejo kembali menggelar kegiatan CINTALDO (Cinta Alam Indonesia), sebuah program pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan yang telah berdiri sejak 30 April 1978. Tahun 2026 ini, kegiatan CINTALDO dilaksanakan secara istimewa karena melibatkan dua angkatan sekaligus, yakni Angkatan ke-46 dan ke-47.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Januari 2026, berlokasi di Desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, tepatnya di area SD Negeri Puspo. Sebanyak sekitar 280 siswa kelas X dan XI dari dua sekolah tersebut ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi ciri khas dan satu-satunya program pencinta alam tingkat sekolah di Kabupaten Purworejo.

CINTALDO bertujuan menanamkan jiwa kepahlawanan, cinta lingkungan, kemandirian, serta semangat kebersamaan kepada peserta didik sejak awal mereka bergabung di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang tangguh secara fisik dan mental, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Kepala SMK PN 2 Purworejo, Rakhmi Widayati, S.Sos., M.Pd., yang memimpin langsung upacara pembukaan, menegaskan bahwa CINTALDO bukan sekadar kegiatan luar ruang, tetapi sarana strategis untuk membentuk kepribadian peserta didik.

“CINTALDO ini bukan hanya soal naik gunung atau kegiatan alam semata, tetapi bagaimana membentuk karakter siswa agar tangguh, disiplin, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujarnya saat menyematkan tanda peserta.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran kontekstual agar siswa mampu mengenali potensi alam sekaligus memahami risiko bencana yang ada di sekitarnya. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis alam terbuka sangat relevan untuk membentuk generasi muda yang adaptif dan berdaya saing.

Rakhmi Widayati berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengalaman CINTALDO sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama kegiatan dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Kami berharap anak-anak semua tidak hanya sekadar mengikuti kegiatan ini, tetapi benar-benar memaknai setiap prosesnya. Jaga lingkungan, disiplin dalam bertindak, serta junjung tinggi persatuan dan kesatuan,” pesannya.

Sebelum pelaksanaan, panitia telah melakukan survei lokasi sejak satu bulan sebelumnya dan menjalin kerja sama dengan masyarakat Desa Puspo. Para peserta juga lebih dulu mengikuti pendidikan karakter pada 5–7 Januari 2026 dengan menghadirkan pelatih profesional dari Kodim 0708 Purworejo.

Materi yang diberikan meliputi pembinaan fisik, mental, dan kedisiplinan sebagai bekal awal sebelum terjun ke lokasi kegiatan.
Perlengkapan kegiatan mulai diangkut ke lokasi pada 13 Januari 2026 menggunakan armada truk. Seluruh logistik dipersiapkan secara matang guna menjamin kelancaran serta keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Pada hari pertama, Kamis (15/1), seluruh peserta diantar oleh orang tua masing-masing dan berkumpul di Lapangan SMP Negeri 22 Purworejo. Dari titik kumpul tersebut, sebanyak 28 sangga atau regu (Garuda) diberangkatkan menuju lokasi kegiatan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 6 kilometer. Perjalanan ini dimaksudkan untuk melatih ketahanan fisik, kerja sama tim, serta mental peserta.

Setibanya di Desa Puspo, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan dan pelantikan simbolis Anggota CINTALDO Angkatan ke-46 dan ke-47. Pembukaan ditandai dengan pelepasan empat burung merpati sebagai simbol kecintaan terhadap alam dan harapan agar para peserta dapat tumbuh menjadi generasi yang cinta damai serta peduli lingkungan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai krida dan wahana yang menantang, di antaranya mountaineering, survival, navigasi darat, penanggulangan bencana, turun tebing, mobil udara (mobud), meniti tali, PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), serta outbound. Seluruh kegiatan menggunakan perlengkapan standar keselamatan dan diawasi langsung oleh pelatih profesional dari Kodim 0708 Purworejo.

Hari kedua diisi dengan kegiatan ibadah, senam pagi, pembuatan makanan mandiri, serta lanjutan pos kegiatan. Pada malam harinya, peserta mendapatkan pembekalan tentang potensi bencana alam dan tata cara penanggulangannya. Materi ini diberikan agar peserta memiliki kesiapsiagaan serta pemahaman dasar dalam menghadapi situasi darurat.

Sementara pada hari ketiga, peserta melaksanakan hiking menikmati alam sekitar Desa Puspo sebelum akhirnya mengikuti prosesi pelantikan resmi. Pelantikan dilakukan secara simbolis dengan siraman air dari sumber mata air setempat sebagai lambang penyucian diri dan kesiapan menjadi bagian dari keluarga besar CINTALDO.
Sebanyak kurang lebih 280 peserta dilantik dan menerima atribut resmi CINTALDO berupa topi dan badge sebagai identitas keanggotaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan dan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik, masing-masing dua orang dari Angkatan 46 dan 47.

Menariknya, selama kegiatan berlangsung, masyarakat Desa Puspo tampak antusias menyambut kehadiran para peserta. Warga setempat bahkan mengizinkan penggunaan fasilitas MCK rumah mereka serta merasakan dampak ekonomi dari ramainya peserta yang berbelanja di warung sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan CINTALDO tidak hanya memberi manfaat edukatif bagi peserta, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari Kodim 0708 Purworejo, pemerintah desa, masyarakat setempat, hingga orang tua peserta didik.

Dengan suksesnya pelaksanaan CINTALDO Angkatan 46–47 ini, pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda tahunan yang konsisten dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan, mandiri, disiplin, dan berjiwa sosial.