PURWOREJO, pelita.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMP Negeri 2 Purworejo. Sekolah tersebut berhasil meraih medali perak sekaligus menembus peringkat tujuh besar nasional dalam ajang OLGENAS (Olympiad Geography National/International Geolympiad) 2026 yang digelar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 19–20 Januari 2026.
Dalam kompetisi geografi tingkat nasional tersebut, SMP Negeri 2 Purworejo diwakili oleh Noah Probo Catya Wardhana (ketua tim) dan Jessica Naomi Monasoni. Keduanya mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang sebagian besar berasal dari sekolah swasta unggulan.
OLGENAS 2026 diikuti 139 tim tingkat SMP dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya tiga sekolah negeri yang ambil bagian, yakni SMP Negeri 2 Purworejo, SMP Negeri 4 Pakem, dan SMP Negeri 41 Jakarta. SMP Negeri 2 Purworejo bahkan menjadi satu-satunya sekolah negeri yang menembus 30 besar nasional.
Rangkaian lomba berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mengikuti written test berbahasa Indonesia dan Inggris, dilanjutkan outdoor learning berupa studi kasus lapangan. Hari kedua diisi dengan multimedia test yang memadukan tes tertulis dan analisis kasus, serta seminar umum bersama alumni Fakultas Geografi UGM. Lima tim terbaik kemudian melaju ke babak Lomba Cerdas Tangkas Geografi (LCTG),
sebelum ditutup dengan tantangan pembuatan mind map dan poster tematik.
Berdasarkan hasil penilaian, panitia menetapkan 30 tim terbaik sebagai peraih medali, dengan pembagian emas peringkat 1–5, perak peringkat 6–15, dan perunggu peringkat 16–30. SMP Negeri 2 Purworejo berhasil menempati peringkat ke-7 nasional dan berhak atas medali perak.
Pendamping kegiatan SMP Negeri 2 Purworejo, yang juga guru IPS, Dyah Larasati, S.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada keikutsertaan pertama, SMP Negeri 2 Purworejo meraih peringkat 13 dengan medali perunggu. Tahun ini berhasil naik ke peringkat 7 dan meraih medali perak. Ini membuktikan sekolah negeri mampu bersaing di tengah dominasi sekolah swasta unggulan,” ujar Dyah saat ditemui di sekolah Kamis (5/2/2026)
Keberhasilan tersebut juga didukung para pembimbing, yakni Dyah Larasati, S.Pd., Rinda Novita Sari, S.Pd., dan Putra Hidayat, S.Pd., M.Psi. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus berprestasi di bidang akademik, khususnya sains dan geografi, serta mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Purworejo, Sutarto, mendorong seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk terus menumbuhkan budaya prestasi di lingkungan sekolah, meskipun saat ini Ujian Nasional (UN) sudah tidak lagi diberlakukan.
Hal tersebut disampaikan Sutarto saat memberikan apresiasi atas capaian prestasi yang diraih siswa SMP Negeri 2 Purworejo di berbagai ajang lomba, baik akademik maupun nonakademik.
“Ini merupakan momen yang sangat baik bagi SMP Negeri 2 Purworejo untuk terus meningkatkan prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Ternyata anak-anak kita memiliki kompetensi yang luar biasa untuk berkompetisi di berbagai bidang,” ujar Sutarto.
Di bidang akademik, kata dia, SMP Negeri 2 Purworejo terus mencatatkan prestasi, mulai dari lomba penelitian, IPS, hingga Olimpiade Sains Nasional (OSN) di berbagai tingkatan. Sejumlah siswa bahkan telah mampu menorehkan prestasi di level internasional.
Sementara di bidang nonakademik, pihak sekolah juga aktif mendorong siswa berprestasi melalui berbagai ajang, salah satunya Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
“Di jalur nonakademik seperti FLS3N, kami juga terus berjuang agar anak-anak bisa memberikan prestasi terbaik. Semua potensi siswa kami dorong untuk berkembang,” tambahnya.
Ia berharap semangat berkompetisi secara positif terus tumbuh di kalangan siswa, dengan dukungan pendampingan guru. Menurutnya, meskipun UN sudah tidak ada, semangat meraih prestasi harus tetap menjadi budaya sekolah.
“Walaupun sekarang tidak ada UN, budaya berprestasi harus tetap kita kembangkan. Ini penting untuk membentuk karakter siswa agar siap bersaing dan berkontribusi di masa depan,” pungkasnya.