PURWOREJO, pelita.co, – Suasana khidmat dan sarat nuansa budaya mewarnai kegiatan Doa Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit yang digelar Paguyuban Polosoro di Jalan Proklamasi, tepat di depan Kantor Bupati Purworejo, Minggu (15/2/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, bersama Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi.
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo ini diikuti sekitar 400 kepala desa dan 25 lurah se-Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Paguyuban Polosoro. Para peserta tampak kompak mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan blangkon, menambah kekhidmatan sekaligus kekayaan tradisi dalam perhelatan tersebut.
Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, Sekda Suranto, para kepala OPD, serta Ketua PPDI Erwan Widhi Ashari.
Ketua Panitia, Pauzi, dalam laporannya yang disampaikan dalam bahasa Jawa menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar Kabupaten Purworejo senantiasa dalam keadaan aman, tenteram, dan dijauhkan dari mara bahaya.
Menurutnya, momentum Hari Jadi Purworejo menjadi saat yang tepat untuk memperkuat kebersamaan antar kepala desa dan lurah, sekaligus menguri-uri budaya leluhur. “Luhuring budaya aning luhuring bangsa,” ujarnya.
Bupati Yuli Hastuti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Paguyuban Polosoro yang telah menghadirkan kegiatan religius sekaligus kultural tersebut. Ia menilai kebersamaan para kepala desa dan lurah merupakan modal sosial penting dalam mendukung percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo.
“Melalui doa bersama dan pagelaran wayang ini, semoga soliditas dan sinergi semakin kuat. Kepala desa dan lurah adalah ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Nur Muhammad Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Nambangan, Grabag. Suasana hening menyelimuti lokasi acara saat ratusan peserta memanjatkan doa demi kemajuan dan keselamatan daerah.
Selanjutnya, pagelaran wayang kulit dengan lakon Ruwatan Papar Tunggak dibawakan oleh dalang Sugati Susilo dari Seyengan, Sleman. Selain sebagai tontonan, pementasan tersebut juga menjadi sarana ruwatan bagi kepala desa maupun lurah yang berkenan, sebagai simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
Melalui kegiatan ini, semangat guyub rukun dan kebersamaan antar pemimpin wilayah di tingkat desa dan kelurahan diharapkan semakin kokoh, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Purworejo yang semakin maju dan berseri.
