Warga Kaligesing Keluhkan Dugaan Salah Sasaran Bansos, ODGJ Terabaikan

Warga Kaligesing Keluhkan Dugaan Salah Sasaran Bansos, ODGJ Terabaikan
Advertisement

PURWOREJO, Pelita.co — Dugaan ketidaktepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Kali ini, keluarga seorang penyandang gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Blimbing RT 02 RW 01, Desa Hardimulyo, mengeluhkan bahwa Pujiati—yang hidup dalam kondisi memprihatinkan—tidak pernah mendapatkan bansos maupun perhatian layak dari pemerintah desa.

Keluhan ini disampaikan oleh Fitri, pihak keluarga yang selama ini mengurus Pujiati. Ia menilai penyaluran bansos justru mengalir kepada warga lain yang secara administratif tidak tercatat sebagai warga Dusun Karangasem maupun Desa Hardimulyo.

“Sangat disayangkan, Pujiati yang merupakan ODGJ justru tidak mendapat bansos, sementara orang lain menerima bantuan. Padahal kondisi ekonomi mereka lebih baik, punya suami, rumah layak, dan aset tanah cukup,” ujarnya.

Pada Senin (24/11/2025), pemerintah desa dikabarkan telah mendatangi keluarga Pujiati, memberikan sembako, serta menjanjikan program bantuan hunian layak. Namun tak lama kemudian, Fitri menerima pesan dari salah satu perangkat desa yang dinilai menuduh dirinya memberikan informasi tidak sesuai fakta.

Advertisement

“Saya punya bukti lengkap soal kondisi Pujiati. Saya tidak takut intimidasi siapa pun. Kalau saya salah, saya siap menghadapi risiko hukum. Biarlah Dinsos atau publik menilai,” tegasnya.

Fitri  juga menyebut banyak penyaluran bansos di Desa Hardimulyo yang dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, sebagai penyandang ODGJ, Pujiati seharusnya menjadi prioritas utama penerima bantuan, termasuk tempat tinggal yang lebih layak.

Diketahui, Pujiati kini telah dibawa oleh Dinas Sosial Purworejo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Meski demikian, keluarga berharap penanganan tidak berhenti pada upaya jangka pendek seperti sebelumnya.

“Bosen aku mas. Soale dulu juga keluar masuk rumah sakit dan Dinsos tapi nggak efektif. Karepku mung butuh pihak desa bantu buatkan tempat yang layak,” ungkap Fitri dan keluarga.

Pihak keluarga menginformasikan bahwa hari ini, Rabu (26/11/2025), rencananya akan digelar pertemuan yang melibatkan perwakilan Dinas Sosial Purworejo, puskesmas, dan pemerintah desa untuk membahas kondisi Pujiati serta dugaan salah sasaran bansos di wilayah tersebut.

Keluarga berharap pertemuan ini menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar pendataan ulang atau janji tanpa tindak lanjut. Mereka juga meminta lembaga seperti Dinas Sosial, Komnas HAM, dan pihak berwenang lainnya turut mengawasi agar hak-hak warga rentan seperti Pujiati benar-benar terpenuhi.

Advertisement