
MANGGARAI NTT, Pelita.co- Gempa bumi Magnitudo 7.7 SR, 30 KM Timur Laut Mbay kabupaten Nagekeo pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat pagi 15 Agustus 2026 menghancurkan berbagai infrastruktur bahkan menghilangkan nyawa manusia
Wilayah kabupaten Manggarai terkena dampak kedahsyatan guncangan gempa tersebut
Menanggapi bencana alam tersebut Bupati Manggarai, Herybertus Nabit mengambil langkah cepat dengan menerbitkan Surat Pernyataan Bencana Nomor 300.2.2/130/VIII/2026
Dalam surat tersebut, Bupati Manggarai menyatakan bahwa bencana gempa bumi tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum, fasilitas pemerintah, dan rumah-rumah penduduk, serta menimbulkan longsor di sejumlah titik
Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui BPBD dan stakeholder terkait melakukan sejumlah tindakan cepat untuk menangani dampak bencana
Langkah pertama yang dilakukan adalah membuka Posko Bencana tingkat Kabupaten dan seluruh kecamatan
Baca Juga: Rayakan HUT Lantas Bhayangkara Ke 71, Satlantas Polres Manggarai Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan
Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan kondisi wilayah, pendataan dampak bencana, serta penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah juga melakukan pendataan korban dan kerusakan akibat gempa, termasuk kerusakan fasilitas pemerintah, fasilitas umum, rumah penduduk, serta infrastruktur lainnya
Sejumlah akses jalan terganggu, termasuk jalur Ruteng–Reo, Ruteng–Iteng, dan Ruteng–Borong
Sejumlah titik badan jalan yang tertutup material longsor mulai ditangani
Pemerintah bersama stakeholder terkait melakukan pembersihan material longsor untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat
Upaya tersebut menjadi prioritas mengingat akses jalan sangat penting untuk mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, serta proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat lainnya
Pemkab Manggarai juga mengambil langkah cepat dan antisipatif terhadap pelayanan di beberapa rumah sakit seperti di RSUD Ruteng, RS Pratama Reo, dan Rumah Sakit Santo Rafael Cancar
Pelayanan pasien beberapa rumah sakit itu dipindahkan ke tenda darurat
Selain untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dan aman, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi yang mungkin saja masih akan terjadi
Bupati Manggarai juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan
Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pemerintah setempat atau Posko Bencana
Surat Pernyataan Bencana tersebut ditandatangani Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. di Ruteng pada 15 Agustus 2026 dan disampaikan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk Kepala BNPB di Jakarta, Gubernur NTT di Kupang, serta Kepala BPBD Provinsi NTT di Kupang.
Pemerintah Kabupaten Manggarai memastikan penanganan dampak bencana akan terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, TNI/Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur masyarakat













