PURWOREJO, pelita.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MA AN Nawawi, Berjan, Kabupaten Purworejo. Tim film pendek madrasah ini berhasil menembus 10 besar nasional dalam ajang Madani Visual Parade (MVP) 2025 yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), salah satu BUMN.
Madani Visual Parade merupakan kompetisi film pendek tingkat nasional yang diikuti oleh siswa SMA/MA/SMK se-Indonesia. Perlombaan ini menjadi agenda tahunan PNM untuk mendorong kreativitas pelajar di bidang visual dan perfilman.
Dalam ajang tersebut, tim MA AN Nawawi Berjan berhasil lolos 10 besar dan diundang ke Jakarta untuk mengikuti rangkaian acara penganugerahan. Pada malam penghargaan yang digelar di Gedung PNM, Jakarta Selatan, pertengahan Januari 2025, tim ini meraih predikat Favorit 4 Nasional.
Pendamping tim, Huda M, saat ditemui Selasa (27/1/2026), menjelaskan bahwa awalnya peserta hanya diumumkan sebagai 10 besar, sementara penentuan kategori dilakukan langsung saat acara penganugerahan.
“Alhamdulillah, kami masuk 10 besar nasional dan mendapatkan predikat Favorit 4. Ini menjadi kebanggaan besar bagi madrasah, apalagi anak-anak belajar secara otodidak,” ujarnya.
Film pendek yang diikutsertakan berjudul “Tukang Jamu, Pahlawanku”. Karya ini mengangkat tema “Ibuku Pahlawanku” dengan cerita tentang seorang ibu penjual jamu keliling yang berjuang membesarkan dan menyekolahkan anaknya seorang diri setelah ditinggal suami.
Film berdurasi sekitar satu menit ini menampilkan perjuangan seorang ibu yang tanpa lelah berkeliling desa demi membiayai pendidikan anaknya yang masih duduk di bangku SMA.
“Nilai yang ingin kami sampaikan adalah jasa ibu tidak ada batasnya. Dalam kondisi apa pun, seorang ibu akan selalu memberikan segalanya untuk anaknya,” tambah Huda M.
Menariknya, MA AN Nawawi Berjan tidak memiliki jurusan perfilman maupun Desain Komunikasi Visual. Tim film ini berasal dari kegiatan ekstrakurikuler dan belajar secara mandiri dengan bimbingan beberapa guru.
Keterbatasan fasilitas juga tidak menjadi penghalang. Proses pengambilan gambar dilakukan dengan peralatan sederhana dan kamera yang ada.
“Walaupun basic kami bukan perfilman, bahkan akses kamera di lingkungan pesantren cukup terbatas, anak-anak tetap bisa berkreasi dan berinovasi,” jelasnya.
Selain penghargaan, tim juga mendapatkan uang pembinaan, trofi, dan merchandise dari panitia. Pihak sekolah berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkarya.
“Harapannya, anak-anak tetap semangat, terus eksis, dan berani berkompetisi di tingkat nasional. Insya Allah, jika PNM masih mengadakan, kami siap ikut lagi tahun depan,” tutupnya.
Adapun siswa yang terlibat dalam pembuatan film pendek “Penjual Jamu, Pahlawan” yaitu:
Ikhfina Rahmadhani – XII MAPK 1
Nayla Alfa Makarima – XII MAPK 1
Slamet Ridho – XI MAPK 2
Arvian Ramadhan – X 9
Nabila Salma Amira – X MAPK 1