Desa Krandegan Peringati Hari Bumi dan Luncurkan Pompa Tenaga Surya Terbesar untuk Pertanian

Advertisement

PURWOREJO,pelita.co, — Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menggelar peringatan Hari Bumi 2026 yang dirangkai dengan peluncuran pompa tenaga surya terbesar di desa tersebut, Rabu (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan pertanian berkelanjutan sekaligus bentuk syukur atas berbagai prestasi nasional yang berhasil diraih Desa Krandegan.

Acara dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., CEO Agros Global Max Jean H. Nelen, Ketua DPRD Purworejo Rudi Hartono, serta Rektor UIN Suska Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti beserta jajaran akademisi, pemerintah daerah, kelompok tani, IP3A DI Kedungputri, tokoh masyarakat, hingga warga Desa Krandegan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran dan serah terima pompa tenaga surya berkapasitas 15 Horsepower (HP) dari Agros Global kepada Pemerintah Desa Krandegan. Pompa tersebut menjadi unit terbesar yang dimiliki desa dan diproyeksikan mampu mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian.

Advertisement

Kepala Desa Krandegan Dwinanto menjelaskan, pengembangan energi surya di sektor pertanian desa sebenarnya telah dimulai secara mandiri beberapa tahun lalu bersama sejumlah perguruan tinggi. Namun, kolaborasi dengan pihak swasta kini memperkuat pengembangan teknologi irigasi ramah lingkungan tersebut.

“Dulu kami memulai secara mandiri bersama kampus-kampus. Karena membangun desa tidak bisa sendirian, maka sekarang kami menggandeng pihak swasta melalui Agros Global agar manfaatnya lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan pompa tenaga surya telah membantu petani meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali panen dalam setahun. Ke depan, pemerintah desa menargetkan seluruh titik lahan pertanian yang masih kesulitan air dapat terlayani sistem irigasi tenaga surya.

Saat ini Desa Krandegan memiliki total tujuh unit pompa irigasi tenaga surya yang digunakan untuk mendukung pengairan sawah seluas sekitar 70 hektare.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi inovasi Desa Krandegan dalam mengembangkan pertanian berbasis energi terbarukan. Menurutnya, model pengembangan seperti ini akan direplikasi di wilayah lain yang mengalami kesulitan irigasi.

“Kami akan mendorong replikasi program ini di wilayah-wilayah pertanian yang mengalami keterbatasan pengairan. Penggunaan energi surya menjadi solusi karena biaya listrik maupun bahan bakar selama ini cukup membebani petani,” katanya.

CEO Agros Global Max Jean H. Nelen mengaku terkesan dengan semangat masyarakat Desa Krandegan dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan.

“Suasananya sangat hidup, saya melihat banyak wajah bahagia, tetapi saya juga melihat keyakinan nyata bahwa sistem ini bukan sekadar pajangan, melainkan benar-benar bisa menyelesaikan masalah.”ujarnya

Menurut Max, teknologi pompa tenaga surya bukan sekadar proyek percontohan, melainkan solusi nyata untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan Desa Krandegan menjadi bukti nyata implementasi kampus berdampak bagi masyarakat.

“Kami ingin hasil penelitian dan pengabdian akademisi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Desa Krandegan menjadi contoh kolaborasi yang berhasil antara kampus, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,” ungkapnya.

Selain peluncuran pompa tenaga surya, kegiatan tersebut juga menjadi ajang syukuran atas sejumlah prestasi yang diraih Desa Krandegan sepanjang 2026. Di antaranya Juara III Nasional Lomba Desa Digital Kemendes, Juara I Desa Digital Unggulan Nasional versi detikcom, serta Juara I Desa Mandiri Energi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Peringatan Hari Bumi di Desa Krandegan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun pertanian modern berbasis energi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Advertisement