Pria Terhempas Angin Kereta di Wonosari, Selamat dari Maut

Ket gambir: Lokasi korban terhempas angin KA
Advertisement

KEBUMEN,pelita.co, — Seorang pria di Kabupaten Kebumen nyaris kehilangan nyawa setelah terhempas angin kereta api yang melintas di jalur Kaligawe, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, Minggu (22/2/2026).

Korban diketahui bernama Muhamad Arifin (59), warga Desa Wonosari. Saat kejadian, Arifin berjalan di tepi jalur perlintasan kereta api. Dari arah barat melintas Kereta Api Gajayana menuju timur. Kereta melaju dari arah belakang korban, sehingga ia tidak menyadari kedatangan rangkaian tersebut.

“Korban terkena hempasan angin kereta yang melintas, lalu terjatuh,” ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Warga sekitar sempat panik melihat korban terkapar di pinggir rel. Beberapa warga menduga korban mengalami luka parah dan tidak selamat.

Advertisement

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Kebumen kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan para saksi, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis.

Arifin selanjutnya dilarikan ke RSUD Soedirman untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan keterangan dokter, korban mengalami luka lecet pada telapak kaki kanan dan lebam di paha kanan. Kondisinya dilaporkan sadar dan masih menjalani perawatan.

Kapolsek Kebumen, AKP Wayan Sukedana, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di sekitar jalur kereta api.

“Masyarakat diimbau tidak berjalan terlalu dekat dengan rel karena berisiko terserempet bahkan tertabrak kereta api,” jelasnya.

Polisi juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap pergerakan kereta, memperhatikan arah datangnya kereta, serta menjaga jarak aman dari rel. Meski kejadian di Wonosari ini tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar kecelakaan serupa tidak terulang.

Advertisement