Peningkatan Infrastruktur Jalan di Purworejo Disesuaikan dengan Tematik Daerah, Pariwisata Jadi Fokus

Kepala Dinas PUPR Purworejo, Suranto
Advertisement

PURWOREJO, pelita.co – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot peningkatan infrastruktur jalan, terutama yang mendukung sektor pariwisata. Namun, pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti branding daerah dan kondisi geografis.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Purworejo, Suranto, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Prono Sumbogo, ST., saat ditemui di kantornya, Senin (19/5/2025).

“Bukan hanya infrastruktur yang menjadi tantangan, tetapi juga faktor branding daerah yang penting untuk diperhatikan,” ujar Prono.

Kepala Bidang Bina Marga, Prono Sumbogo, ST.,

Ia menambahkan, pada wilayah dengan kontur tanah tinggi, pergantian moda transportasi menjadi solusi alternatif guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Ia mencontohkan penerapan sistem serupa di kawasan wisata Bromo dan Telomoyo.

Advertisement

“Pada daerah dengan medan sulit, seperti pegunungan, sistem moda transportasi khusus bisa menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas wisatawan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prono mengungkapkan bahwa pembangunan jalan membutuhkan biaya besar, terutama bila harus dilakukan pembebasan lahan.

“Kalau lahannya tidak tersedia, perlu dilakukan pembebasan yang membutuhkan biaya tinggi. Maka dari itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam menyiasati keterbatasan ini,” ujarnya.

Dinas PUPR juga secara rutin memperbarui Surat Keputusan (SK) klasifikasi jalan kabupaten minimal setiap lima tahun. Terakhir, pembaruan dilakukan pada tahun 2023.

Pada tahun 2024, Kabupaten Purworejo memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik untuk pengembangan sektor pariwisata. Beberapa ruas seperti Jalan Gatot Subroto dan Jalan Ahmad Yani ditingkatkan untuk mendukung akses menuju kolam renang Arta Tirta, salah satu destinasi wisata unggulan daerah.

“Pola pengusulan sekarang berbasis tematik. Kalau tema yang disetujui pariwisata, maka kami prioritaskan peningkatan akses ke lokasi wisata tersebut,” jelas Prono.

Selain tema pariwisata, pada tahun yang sama Kabupaten Purworejo juga menerima DAK tematik untuk Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) yang mencakup wilayah Tambak hingga Sidomulyo, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

“Total alokasi DAK tahun ini mencapai sekitar Rp12 miliar. Pekerjaan mencakup wilayah Banyuasin–Pagerharjo, perbatasan Kulonprogo (DIY), dan Gitungan–Gebang. Namun karena adanya efisiensi, beberapa ruas akhirnya tidak mendapatkan alokasi,” pungkas Prono.

Advertisement