PURWOREJO,Pelita.co, – Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Salah satu langkah yang akan segera dilakukan adalah percepatan penanganan terhadap ancaman abrasi Sungai Bogowonto yang berpotensi merusak Situs Prasasti Kayu Arahiwang.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke lokasi oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH bersama sejumlah kepala perangkat daerah, anggota DPRD, serta pemerhati budaya, Selasa (16/6/2026).
Peninjauan dilakukan di kawasan Pusat Seni Budaya Arahiwang, Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip.Bupati Purworejo menilai keberadaan Situs Prasasti Kayu Arahiwang memiliki nilai historis sekaligus fungsi sosial yang penting bagi masyarakat.
Karena itu, upaya perlindungan terhadap situs tersebut perlu dilakukan secara terpadu agar warisan budaya tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, Eko Paskiyanto APi MM, mengatakan pihaknya akan segera melakukan asesmen ulang sebagai dasar penyusunan langkah penanganan yang tepat, termasuk penataan kawasan situs.
“Kami akan melakukan peninjauan dan asesmen kembali untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail terkait kondisi di lapangan. Rencananya akan dipasang bronjong sebagai pengaman dari abrasi. Area di bawah pohon sono juga akan dirapikan dan dibangun anak tangga agar akses menuju lokasi lebih mudah,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Purworejo Raih Opini WTP ke-14 Kali dari BPK
Sementara itu, pemerhati sekaligus penggiat budaya Purworejo yang akrab disapa Mbak Lin menyampaikan bahwa Situs Prasasti Kayu Arahiwang kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan budaya, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkarya dan beraktivitas.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap situs tersebut merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi karena tidak hanya menjaga peninggalan sejarah, tetapi juga merawat ruang bersama yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan sosial bagi masyarakat.
“Ketika pemerintah hadir menjaga situs ini, yang dilindungi bukan hanya prasastinya, tetapi juga ruang hidup budaya masyarakat yang tumbuh di sekitarnya,” katanya.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno SSTP MM, Kepala Bapperida Drs Herry Raharjo MSi, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Purworejo Adi Pawoko SSTP MSi, serta anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo SE.
Upaya penanganan abrasi dan penataan kawasan diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan Situs Prasasti Kayu Arahiwang sebagai salah satu aset budaya Kabupaten Purworejo yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi ruang kreativitas masyarakat.