
MANGGARAI NTT, Pelita.co- Sebelas hari pasca gempa bumi Sabtu 15 Agustus lalu, 41 orang di kabupaten Manggarai tercatat meninggal dunia, 58 orang mengalami luka berat dan 494 orang lainnya mengalami luka ringan
Dari 41 korban meninggal dunia, 22 di antaranya meninggal saat gempa terjadi pada 15 Agustus 2026 sedangkan 19 korban lainnya meninggal dalam masa perawatan lanjutan, baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah masing-masing
Sementara itu 50.556 warga mengungsi di 80 titik posko bencana. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses pendataan dan pergerakan warga di lapangan
Data itu terungkap dalam konferensi pers yang disampaikan langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Nabit didampingi Pj Sekda, Lambertus Paput di Posko Media Center Tanggap Darurat bencana kabupaten Manggarai di Ruteng pada Selasa sore 25 Agustus 2026
Lebih lanjut Hery Nabit mengungkapkan bahwa sebagian warga memilih menjalani perawatan di rumah mereka karena masih khawatir dengan kondisi bangunan fasilitas kesehatan pasca gempa
Data menunjukan, 23 dari 25 Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Manggarai mengalami kerusakan parah
Baca Juga: Langkah Tegas Pemkab Manggarai Antisipasi Kelangkaan BBM Di Tengah Penanganan Bencana Gempa
Hery Nabit mengatakan bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Manggarai kini prioritaskan pendataan mikro terhadap kelompok rentan di setiap lokasi pengungsian
Data sementara di 80 posko, 6.317 jiwa tercatat masuk dalam kategori kelompok rentan, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, termasuk Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengoptimalkan penyaluran bantuan dan memberikan penanganan khusus bekerja sama dengan berbagai organisasi nonpemerintah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Komisi VIII DPR RI
Bupati Hery Nabit menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Manggarai terdampak gempa, baik melalui bantuan moril maupun materil
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh masyarakat Manggarai, kami menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik melalui donasi bahan makanan, tenda, selimut, obat-obatan maupun tenaga relawan yang hadir dalam penanganan bencana di Kabupaten Manggarai” ungkapnya
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi di berbagai wilayah Indonesia, serta pemerintah kabupaten/kota yang telah memberikan dukungan
Baca Juga: Duka Flores Duka Demokrat, Agnes Menot Kunjungi Warga Terdampak Gempa Dan Berikan Bantuan Darurat
Apresiasi turut diberikan kepada lembaga non pemerintah, perusahaan swasta, organisasi politik, organisasi keagamaan, kelompok relawan, dan masyarakat umum yang telah membantu masyarakat terdampak
“Baik yang berkoordinasi langsung dengan kami maupun yang memberikan bantuan dan donasinya secara langsung kepada masyarakat Manggarai yang terdampak, semuanya kami sampaikan penghormatan dan terima kasih,” katanya
Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti dalam meringankan beban masyarakat Manggarai yang terdampak bencana
Mengingat gempa bumi yang tidak diketahui kapan akan terjadi maka Ia mengimbau masyarakat dan insan media agar tidak menyebarkan informasi spekulatif maupun hoaks terkait gempa susulan
“Sampai hari ini tidak ada satu pun pihak yang bisa memastikan kapan terjadinya gempa bumi dan berapa kekuatannya. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat hanya merujuk pada informasi yang sudah terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat” ujarnya













