
JAKARTA,Pelita.co – Industri perkebunan nasional terus bertransformasi menuju pengelolaan yang lebih inklusif dan modern. Sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong kesetaraan gender serta memperkuat representasi perempuan di level pengambil keputusan, Subholding Perkebunan Nusantara PTPN IV PalmCo mematangkan kapasitas talenta perempuan melalui forum “Srikandi PalmCo: Women in Leadership – Speak to Lead, Lead to Inspire” di Jakarta.
Langkah ini merupakan strategi jangka panjang perusahaan dalam merespons dinamika bisnis agribisnis yang kini menuntut gaya kepemimpinan yang lebih holistik, adaptif, dan teliti. Forum yang diselenggarakan pada akhir pekan lalu ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi menjadi wujud nyata ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mencetak srikandi-srikandi tangguh yang siap memimpin di garda depan industri perkebunan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa yang menjadi salah satu keynote speech menegaskan bahwa perempuan sejatinya memiliki fondasi karakter yang sangat kuat untuk memimpin sektor industri yang penuh tantangan.
Menurutnya, ada keunggulan komparatif alamiah yang dimiliki oleh pekerja perempuan, yang jika dioptimalkan akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan perusahaan.
“Perempuan memiliki daya tahan (resilience) yang lebih, serta tingkat ketelitian dan perhatian terhadap detail yang tinggi. Ini adalah hal-hal yang secara alamiah (by nature) sudah ada di dalam diri perempuan,” ungkap Jatmiko saat mengisi sesi Creating Impact Through Ownership & Initiatives.
Ia menekankan agar para talenta perempuan di ekosistem PalmCo berani tampil dan mengambil panggung kepemimpinan tanpa keraguan.
Baca Juga: HUT RI ke-81: PTPN IV PalmCo Salurkan Penghargaan Masa Kerja untuk 3.856 Karyawan
“Kalian semua adalah pemimpin. Buat para pemimpin perempuan di PalmCo, jangan pernah ragu untuk speak up. Gunakan hati dalam bekerja, dan selalu jeli melihat peluang serta situasi yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jatmiko memaparkan tiga pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh seorang pemimpin di tengah kompetisi bisnis yang ketat. Pilar pertama adalah walk the talk, di mana integritas diuji melalui keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Pilar kedua adalah clear communication, yaitu kemampuan membangun komunikasi yang jernih dan asertif ke berbagai arah. Sedangkan pilar ketiga yang tak kalah krusial adalah clear accountability.
“Tanggung jawab itu penting. Jangan pernah lari dari tanggung jawab,” tegas Jatmiko.Rabu (26/08)
Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo sekaligus Ketua Srikandi PalmCo, Hilda Savitri, menyoroti bahwa hambatan terbesar seringkali datang dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, keberanian adalah kunci utama untuk memecah batasan struktural maupun kultural yang kerap dihadapi perempuan di dunia profesional.
Dalam pembukaannya, Hilda mengajak seluruh peserta untuk membangun determinasi yang kuat.
“Hari ini adalah tentang bagaimana kita memiliki keberanian untuk mengambil peran, keberanian untuk menyampaikan ide dan gagasan, serta keberanian untuk berdiri dan menyuarakan apa yang kita yakini. Kita harus berani mengambil keputusan, dan yang terpenting adalah keberanian untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya mampu menjadi pemimpin,” papar Hilda.
Untuk memastikan para talenta perempuan ini memiliki kesiapan mental dan keterampilan taktis yang mumpuni, program “Srikandi PalmCo: Women in Leadership” dirancang dengan kurikulum yang komprehensif. Dukungan di level holding turut ditunjukkan dengan kehadiran Direktur SDM & Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Endang Suraningsih, serta sesi pendalaman melalui Women Leader in Action Talkshow.
Guna mempertajam kemampuan artikulasi dan persuasi yang sangat dibutuhkan oleh pemimpin modern, PTPN IV PalmCo secara khusus menggandeng Entrepreneur sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Merry Riana. Melalui dua sesi intensif bertajuk The Art of Public Speaking, Merry memberikan pelatihan strategis mengenai teknik komunikasi publik yang efektif.
Kemampuan public speaking dinilai sebagai kompetensi esensial bagi calon pemimpin perempuan PalmCo agar mampu meyakinkan pemangku kepentingan (stakeholders), memimpin negosiasi bisnis, serta menjadi wajah perusahaan di tingkat nasional maupun global.
Melalui akselerasi kapasitas ini, PTPN IV PalmCo berharap dapat terus meningkatkan rasio pemimpin perempuan yang tidak hanya kompeten secara teknis operasional, tetapi juga memiliki empati, ketegasan, dan integritas untuk membawa industri perkebunan Indonesia semakin berdaya saing di masa depan.(rls)













