Beranda News

Pelayanan Berjalan Normal, Aktivitas Penerbangan Di Bandara Frans Sales Lega Ruteng Tergantung Cuaca

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Kepala Bandar Udara (Kabandara) Frans Sales Lega Ruteng kabupaten Manggarai NTT, Punto Widaksono, ST memastikan pelayanan penerbangan di Bandara tersebut berjalan normal

Hal itu disampaikan Punto saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada Kamis siang 19 Februari 2026

“Pelayanan penerbangan di bandara frans sales lega berjalan normal seperti biasa” ungkap Punto

Meski pelayanan berjalan normal namun aktivitas penerbangan di bandara tersebut kata Punto tergantung pada kondisi cuaca mengingat wilayah kabupaten Manggarai sudah memasuki puncak musim penghujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang

Akibat dari kondisi cuaca yang tidak bagus ini, manajemen Bandara Frans Sales Lega Ruteng sering membatalkan penerbangan

Langkah itu kata Punto dilakukan demi keselamatan penumpang dan penerbangan itu sendiri

“Demi alasan keselamatan penerbangan, sering terjadi pembatalan penerbangan karna gangguan cuaca dimaksud” ujarnya

Dalam kondisi cuaca seperti itu Ia mengimbau para penumpang untuk memilih Bandara yang ada di daerah pesisir atau dataran rendah dataran Flores

“Kami menghimbau kpd para penumpang u memilih bandara bandara di daerah pesisir atau dataran rendah sekitar flores ini dlm menggunakan transportasi udara disaat musim penghujan dan sering adanya gangguan cuaca (hujan, angin, kabut dsb)” ujarnya

Fenomena gangguan cuaca buruk seperti curah hujan tinggi, angin kencang dan kabut tambahnya sangat dipahami oleh masyarakat yang berdomisili di Ruteng ibukota kabupaten Manggarai

Dalam mengambil keputusan terkait penerbangan kata Punto, pihaknya mengacu pada data yang bersumber dari kantor BMKG sebab cuaca tidak bisa hanya dilihat secara kasat mata tetapi dengan menggunakan alat yang dimiliki BMKG

“Cuaca kita bersumber by data kantor BMKG karena cuaca tdk hanya dilihat dari kasat mata namun dengan alat BMKG untuk melihat cuaca seperti angin, awan dan jarak pandang.” tutur Punto