PURWOREJO, pelita.co,-Momen Lebaran bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan waktu yang dinanti-nantikan untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga tercinta.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi ribuan petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero), termasuk di wilayah Daerah Operasi 5 (Daop 5) Purwokerto, karena momen ini justru menjadi waktu pengabdian mereka tetap siaga melayani masyarakat demi kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025.
Menurut Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, sebanyak 3.119 petugas diterjunkan selama masa Angkutan Lebaran. Mereka tersebar di berbagai lini mulai dari petugas stasiun, awak kereta, hingga pekerja di balik layar seperti petugas pemeriksa jalur, teknisi perawatan sarana, dan penjaga daerah rawan.
“Tugas ini bagi kita (para petugas) bukan sekadar sebagai kewajiban profesi, tapi sebagai ladang ibadah. Kami hadir dengan semangat penuh, meski harus mengorbankan waktu bersama keluarga saat Hari Raya. Bagi kami ini bukan sekadar pekerjaan. Melayani masyarakat saat Lebaran adalah bentuk pengorbanan dan niat ibadah.”ujar Krisbiyantoro.
Krisbiyantoro menjelaskan, masa Angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung selama 22 hari, dari 21 Maret hingga 11 April 2025, KAI Daop 5 Purwokerto mengoperasikan total 462 perjalanan kereta api, terdiri dari 374 KA reguler dan 88 KA tambahan, dengan kapasitas angkut lebih dari 260.832 tempat duduk.
Sedangkan pada tanggal 21 Maret hingga 9 April 2025, volume penumpang yang dilayani di seluruh stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto tercatat sebagai berikut:
• Penumpang naik: 367.088 orang
• Penumpang turun: 442.366 orang
• Total penumpang dilayani (naik & turun): 809.454 orang
“Bahkan, volume harian pun masih menunjukkan angka yang tinggi. Pada 9 April 2025 hingga pukul 11.00 WIB saja, kita sudah sudah mencatat penumpang naik sebanyak 20.334 orang sedangkan penumpang yang turun: 9.686 orang,” ucap Krisbiyantoro.
Krisbiyantoro menyampaikan bahwa semangat melayani sudah menjadi bagian dari jiwa insan KAI. “Dari jajaran pimpinan hingga petugas di lapangan, semua hadir dengan senyum, meski harus menunda kesempatan berkumpul dengan keluarga. Ini adalah bentuk pengorbanan yang tidak ternilai, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan mudik masyarakat,” ungkapnya.
Meskipun tidak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga, terang Krisbiyantoro, banyak petugas mengaku mendapatkan kebahagiaan tersendiri dari tugas yang dijalankan. “Saat melihat penumpang bisa mudik dengan aman dan nyaman, hati ini ikut bahagia. Itu sudah cukup menggantikan rindu kampung halaman,” tambah Krisbiyantoro.
Dalam hal ini KAI berharap seluruh pelanggan dapat menghargai kerja keras para petugas dengan menjaga ketertiban, mematuhi aturan perjalanan, dan menciptakan suasana yang aman serta nyaman selama masa mudik.
Angleb 2025 bukan hanya tentang angka dan operasional, tetapi tentang semangat pengabdian dan keikhlasan para petugas KAI yang membuktikan bahwa melayani adalah bagian dari ibadah.