PURWOREJO, pelita.co – Di tengah kesibukannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Kompol Dr. Suprihadi, S.H., M.H., Kabag Perencanaan (Kabag Ren) Polres Purworejo, tampil sebagai sosok polisi inspiratif. Dedikasinya tak hanya terasa di lingkungan kepolisian, tetapi juga memberi dampak positif di dunia pendidikan.
Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., menyebut Kompol Suprihadi sebagai figur nyata “Polisi Baik” yang layak menjadi panutan.
“Beliau bukan hanya menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, tetapi juga konsisten mengembangkan diri di dunia pendidikan,” ujarnya, Jumat (30/5/2025).
Kompol Suprihadi, yang lahir pada tahun 1967, dikenal aktif sebagai dosen di STIE Rajawali Purworejo, mengampu mata kuliah Kewarganegaraan. Aktivitas mengajarnya dijalankan setelah ia menyelesaikan studi S3 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2024 dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan.
Perjalanan akademiknya pun patut diapresiasi. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus Semarang pada 2017, melanjutkan ke Magister Hukum di Universitas Janabadra Yogyakarta tahun 2019, hingga akhirnya meraih gelar Doktor dari UNY.
“Motivasi saya mengambil Manajemen Pendidikan adalah untuk menunjang tugas kepolisian, khususnya dalam fungsi preemtif dan preventif,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya.
Menurut Kompol Suprihadi, menjadi dosen bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga sarana membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dengan berinteraksi langsung bersama mahasiswa, kita bisa menginventarisasi permasalahan yang ada di masyarakat dan lebih memahami fungsi intelijen secara spesifik,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berpesan kepada generasi muda di tubuh Polri untuk terus belajar dan berkembang.
“Jangan pernah berhenti belajar. Waktu terus berjalan, dan kita harus terus bertumbuh, baik dalam pelaksanaan tugas maupun secara pribadi. Teruslah berkontribusi, baik untuk institusi maupun masyarakat,” pesannya.
Keteladanan Kompol Suprihadi menjadi bukti bahwa anggota Polri tetap bisa berkembang di berbagai bidang. Ia menunjukkan bahwa pengabdian dan pendidikan dapat berjalan beriringan—mewujudkan sosok polisi yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memberi inspirasi luas bagi institusi dan masyarakat.