MANGGARAI BARAT NTT, Pelita.co- Pengerjaan jembatan penyeberangan darurat di Wae Songkang batas wilayah Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar dan desa Golo Riwu kecamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat NTT telah rampung dan resmi digunakan
Jembatan yang dibangun atas inisiatif Polsek Kuwus, Polres Manggarai Barat, Polda NTT ini dikerjakan selama dua hari yakni tanggal 2 dan 3 Februari 2024 dengan melibatkan anggota Polsek Kuwus, Satuan Brimob Labuan Bajo, TNI dan masyarakat
Pada pembatas sisi kiri dan kanan jembatan darurat itu dicat dengan warna merah hingga memberi kesan indah meski dibuat dari bahan lokal seperti bambu yang disediakan oleh warga
Pasca dibangun, anak anak tampak menyeberangi sungai Wae Songkang menggunakan jembatan tersebut
Jembatan ini memang dibangun khusus untuk menunjang keselamatan anak-anak sekolah dari Kampung Lesem yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk bersekolah di SDK Wetik dan SMP Negeri 1 Kuwus Barat di Desa Golo Riwu
Sebelum jembatan dibangun, para siswa harus menyeberangi sungai dengan lebar sekitar 15–20 meter, yang debit airnya sering meningkat drastis saat musim hujan, sehingga sangat berisiko bagi keselamatan mereka
Mengingat tingginya risiko yang dihadapi para siswa, Polsek Kuwus berinisiatif melakukan pembangunan jembatan penyeberangan darurat
Jembatan ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak sekolah dari Kampung Lesem, Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, yang bersekolah di wilayah Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat
Menariknya, jembatan ini juga berfungsi sebagai penghubung dua wilayah hukum kepolisian, yakni wilayah hukum (Wilkum) Polsek Macang Pacar tepatnya di kampung Lesem, Desa Golo Lajang dan Wilkum Polsek Kuwus di Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat
Pembangunan jembatan darurat ini dilatarbelakangi oleh keluhan dan masukan dari masyarakat serta para guru, yang merasa resah dan khawatir terhadap keselamatan anak-anak sekolah, terutama saat musim hujan ketika arus sungai menjadi sangat deras
Menindaklanjuti hal tersebut, pada 28 Januari 2026 telah dilaksanakan pertemuan antara warga Kampung Lesem dan Desa Golo Riwu
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membangun jembatan darurat yang pelaksanaannya dimulai pada Selasa, 2 Februari 2026
Jembatan penyeberangan darurat ini dibangun dengan memanfaatkan material lokal, seperti pasir, bambu, dan bahan lainnya yang berasal dari warga setempat
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong, mencerminkan kuatnya solidaritas antar warga dua desa
Pekerjaan pembangunan dimulai pada 2 Februari 2026 dan berhasil diselesaikan pada 3 Februari 2026
Pada tahap akhir, pengerjaan jembatan memasuki proses pembuatan pagar pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan, dilanjutkan dengan pengecatan pagar
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Batalyon Brimob Labuan Bajo, yang dipimpin langsung oleh Danki Brimob IPTU Hermanus Patibean, bersama 8 orang personel Brimob
Seluruh rangkaian kegiatan pembangunan jembatan darurat berakhir pada pukul 17.30 WITA, ditandai dengan serah terima jembatan dari TNI–POLRI kepada masyarakat, sebagai simbol sinergi dan kepedulian bersama terhadap keselamatan generasi muda