Beranda News

IJD 2025 di Manggarai Timur Perkuat Pertanian dan Konektivitas Antarwilayah

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 BPJN Provinsi NTT, Franky Simamora

MANGGARAI TIMUR NTT, Pelita.co- Program nasional melalui Instruksi Presiden Jaringan Daerah (IJD) 2025 kini resmi dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu ruas jalan yang mendapat alokasi anggaran adalah Kisol–Mok–Pang Leleng–Mukun

Kehadiran ruas jalan Inpres ini dinilai sangat strategis dalam mendukung sektor pertanian masyarakat serta mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto

Warga Mok, Manggarai Timur, Doni Agis menyampaikan apresiasinya atas realisasi program tersebut

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas terlaksananya Inpres No. 11 Tahun 2025 yang mendukung ketahanan pangan nasional melalui percepatan pembangunan jalan daerah,” ujarnya

Menurutnya, keberadaan jalan IJD sangat membantu petani dalam mendistribusikan hasil pertanian, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,

Ruas jalan Kisol–Mok–Pang Leleng selama ini menjadi jalur utama pengangkutan komoditas pertanian seperti; Cengkeh, Kopi, Vanili, Padi, Porang

Jalan ini juga menghubungkan ribuan hektar persawahan warga Manggarai Timur sehingga berperan penting dalam mendukung swasembada pangan nasional

Berti Saman mengatakan bahwa pengalokasian anggaran IJD 2025 merupakan keputusan tepat untuk membuka keterisolasian wilayah

“Membuka keterisolasian antarwilayah sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jumat 6 Februari 2026

Ia menambahkan, konektivitas ini tidak hanya menghubungkan antarwilayah di Manggarai Timur, tetapi juga membuka akses lintas kabupaten menuju Riung, Kabupaten Ngada

Selain mendukung sektor pertanian, ruas jalan ini juga mempermudah akses masyarakat terhadap layanan Kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan

Secara geografis, jalan ini merupakan penghubung ke jalur nasional Pantai Utara Manggarai Timur yang dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, antara lain: Wisata Komodo di Tompong

Desa Nampar Sepang, Danau Tonjong di Pota Kecamatan Sambi Rampas, Bukit Cinta di Kembo, Desa Golo Lijung

Dengan infrastruktur yang semakin baik, sektor pariwisata lokal pun berpotensi berkembang dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 BPJN Provinsi NTT, Franky Simamora, menjelaskan bahwa rehabilitasi jalan Kisol–Mok–Pang Leleng bersumber dari APBN 2025

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Wijaya Graha Prima dengan total pagu anggaran sebesar Rp15.650.505.000 berdasarkan kontrak Nomor PB0201-BPJN 11.8.4/796-02 Desember 2025

“Pekerjaan ini sesuai dengan petunjuk teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan,” jelas Franky

Warga Pang Leleng, Ano Dasak, turut menyampaikan apresiasi kepada pihak kontraktor yang dinilai berkomitmen membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat Manggarai Timur

Kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui program IJD 2025 diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat (bonum commune), mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional

Dengan konektivitas yang semakin baik, Kabupaten Manggarai Timur kini semakin siap menjadi salah satu sentra pertanian unggulan di Nusa Tenggara Timur