Dukung Festival Golo Koe Labuan Bajo Green Event, PTTEP Kumpulkan Dan Kelola Sampah Berkelanjutan

Dukung Festival Golo Koe Labuan Bajo Green Event, PTTEP Kumpulkan Dan Kelola Sampah Berkelanjutan

MANGGARAI BARAT NTT, Pelita.co- Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir, Jumat 15 Agustus 2026

Festival yang berlangsung sejak 10 hingga 15 Agustus 2026 tersebut mencatat antusiasme tinggi dengan jumlah pengunjung dan wisatawan mencapai lebih dari 45 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara

Tingginya jumlah pengunjung berdampak pada meningkatnya produksi atau jumlah sampah sehingga membutuhkan upaya pengendalian secara kolaboratif agar kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga

Positif Bajo bekerja sama dengan PTTEP Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari 1 ton sampah pasca pelaksanaan Festival Golo Koe 2026

Sampah yang berhasil dikumpulkan adalah sampah organik, anorganik, dan residu

Pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Festival Golo Koe sebagagai green event yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan

Baca Juga: Rayakan HUT Lantas Bhayangkara Ke 71, Satlantas Polres Manggarai Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan

Anak anak juga antusias terlibat dalam kegiatan pembersihan lingkungan dari sampah itu

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai Barat, Vinsen Gande

“Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada pengelola yang telah mengambil bagian secara penuh dalam pengelolaan sampah”ungkapnya

Menurutnya melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengetahui bahwa sampah memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan, bahkan menghasilkan pendapatan,” ujar Vinsen

Kerja sama antara Positif Bajo dan DLH Manggarai Barat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian kata Vinsen adalah program penukaran botol plastik dengan sejumlah hadiah, seperti tas, baju, minyak goreng, dan susu

Baca Juga: Kunjungi Manggarai, Ketua Umum IGTKI Berikan Penguatan Dan Menyerahkan Bantuan Kepada Guru TK Terdampak Gempa Flores

“Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada pengelola yang telah mengambil bagian secara penuh dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat melihat bahwa sampah memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan, bahkan menghasilkan pendapatan,” ujar Vinsen

Ia mengatakan, anak-anak menjadi kelompok yang paling antusias mengikuti kegiatan edukasi tersebut

Menurutnya, pengalaman tersebut penting karena dapat menanamkan kesadaran mengenai pengelolaan sampah sejak usia dini

Vinsen mengungkapkan bahwa pendekatan pengelolaan sampah pada Festival Golo Koe tahun ini merupakan sebua kemajuan sebab pengelolaan sampah dimulai sejak kegiatan berlangsung, tidak hanya dilakukan setelah festival selesai

Ia berharap kerja kolaborasi ini berkelanjutan hingga menyentuh masyarakat luas

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat terus berlanjut dan menyentuh masyarakat secara lebih luas, terutama rumah tangga,” ujarnya

Anak-anak yang mengikuti kegiatan selama festival tersebut diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan keluarga sehingga kesadaran mereka memilah dan mengelola sampah tidak hanya berlangsung di ruang publik, tetapi juga dapat berkembang di tingkat rumah tangga

Sebagai bagian dari Waste Management Leader, Positif Bajo mengoordinasikan pengelolaan sampah bersama panitia Festival Golo Koe, pemerintah daerah, Keuskupan Labuan Bajo, serta masyarakat

Kegiatan tersebut mencakup pengumpulan dan pemilahan sampah yang dihasilkan selama festival

Selain itu, Positif Bajo menghadirkan Booth Edukasi yang mengajak pengunjung mengenal pemilahan sampah, konsep ekonomi sirkular, serta berbagai praktik pengelolaan lingkungan

Program penukaran botol plastik dengan hadiah menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian pengunjung. Program tersebut sekaligus memperkenalkan pemahaman bahwa sampah yang dipilah dengan baik dapat memiliki nilai dan manfaat

Semangat menjaga kebersihan lingkungan juga diperkuat melalui Lomba Kebersihan Lingkungan Golo Koe Eco Action 2026

Matheus Patut, perwakilan Tim Wilayah 5 A Paroki Roh Kudus yang berhasil meraih juara pertama, mengatakan kompetisi tersebut semakin mendorong kelompoknya untuk mengajak lebih banyak masyarakat menjaga lingkungan

“Kebersihan merupakan tanggung jawab setiap warga dan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah masing-masing,” ujar Matheus

Ia menambahkan, kemenangan dalam lomba tersebut justru menjadi motivasi untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar sebagai pelopor kebersihan lingkungan

“Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor dan penggerak di lingkungan kami serta mendorong masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tambahnya

Pengelolaan lingkungan dalam Festival Golo Koe 2026 merupakan hasil kolaborasi PTTEP Indonesia dan Inovasi Gerakan Masyarakat bersama Panitia Festival Golo Koe, Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, DLH Manggarai Barat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar

Pengumpulan lebih dari 1 ton sampah selama festival diharapkan menjadi momentum untuk memperluas praktik pengelolaan sampah, mulai dari ruang publik hingga lingkungan rumah tangga

Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pariwisata Labuan Bajo yang lebih bersih, bertanggung jawab, dan berkelanjutan