PEKANBARU,Pelita.co. – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Riau (UIR) menghadirkan inovasi pembelajaran Biologi di SMAN 2 Siak Hulu, Kabupaten Kampar, melalui program bertajuk “Deep Learning Class Berbasis Socio-Scientific Issues untuk Penguatan Higher-Order Thinking Capacities Siswa melalui SSI Learning System.”
Program yang didanai melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek ini dirancang untuk menghubungkan pembelajaran Biologi dengan berbagai persoalan nyata yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI), siswa tidak hanya mempelajari konsep sains, tetapi juga diajak menganalisis berbagai persoalan sosial dan lingkungan secara kritis, reflektif, serta berbasis bukti ilmiah.
Ketua tim pengabdian, Dr. Nurkhairo Hidayati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan SSI memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mulai dari menganalisis persoalan, mengevaluasi bukti ilmiah, menyusun argumentasi, hingga mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
“Melalui SSI, siswa tidak hanya mempelajari konsep Biologi, tetapi juga belajar memahami persoalan di sekitarnya dari berbagai sudut pandang. Mereka dilatih untuk berpikir kritis, berdiskusi berdasarkan bukti, dan mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Salah satu isu yang diangkat dalam kegiatan ini adalah alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit yang banyak dijumpai di sekitar lingkungan sekolah. Topik tersebut dipilih karena dekat dengan kehidupan siswa sekaligus memiliki keterkaitan dengan materi Biologi, khususnya mengenai lingkungan, keanekaragaman hayati, interaksi manusia dengan ekosistem, serta pembangunan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, siswa melakukan observasi langsung ke lingkungan sekitar sekolah untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan. Mereka kemudian mendiskusikan bukti-bukti ilmiah yang ditemukan, menganalisis dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi, serta merumuskan berbagai alternatif keputusan berdasarkan beragam perspektif.
Untuk mendukung proses pembelajaran, tim pengabdian memperkenalkan SSI Learning System, sebuah sistem pembelajaran terpadu yang terdiri atas buku panduan guru, modul pembelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS), SSI Thinking Toolkit, hingga Papan Edukatif SSI atau SSI Learning Board.
Papan edukatif tersebut menjadi pusat aktivitas siswa dalam menyusun argumentasi. Berbagai kartu berisi isu ilmiah, bukti ilmiah, dampak sosial, dan alternatif keputusan ditempelkan pada papan sehingga diskusi antarkelompok berlangsung lebih interaktif dan bermakna.
Suasana pembelajaran pun berlangsung aktif. Siswa terlihat antusias berdiskusi, saling memberikan tanggapan, serta mempertahankan argumentasi yang didukung oleh bukti ilmiah.
Tak hanya menyasar siswa, program ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru Biologi agar mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis Socio-Scientific Issues secara mandiri.
Guru Biologi SMAN 2 Siak Hulu, Nurjannati, M.Pd., mengaku sangat terbantu dengan perangkat pembelajaran yang dikembangkan melalui program tersebut.
Baca Juga: Afirmasi Terpenuhi, SPMB SMPN 4 Purworejo Berjalan Lancar: Pendaftar Tembus 137 Siswa
“Selama ini kami sudah mengenal konsep deep learning, tetapi implementasinya dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terstruktur masih menjadi tantangan. Kehadiran SSI Learning System sangat membantu kami karena sudah dilengkapi dengan panduan, LKS, kartu-kartu pembelajaran yang mudah digunakan di kelas. Guru menjadi lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran yang mendorong siswa berpikir lebih mendalam,” ungkapnya.
Menurut Nurjannati, pembelajaran berbasis SSI juga membuat siswa lebih aktif karena materi yang dipelajari memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Hal senada disampaikan anggota tim pengabdian, Dr. Iffa Ichwani Putri, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, produk yang dikembangkan tidak hanya digunakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi aset sekolah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“SSI Learning System dirancang agar dapat digunakan berulang kali oleh guru pada berbagai materi Biologi. Dengan demikian, sekolah memiliki perangkat inovatif yang mendukung pembelajaran secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Leni Armayati, S.Psi., M.Si., menambahkan bahwa pembelajaran berbasis SSI juga memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kepekaan sosial dan pertimbangan etis dalam proses pengambilan keputusan.
“Siswa tidak hanya diajak berpikir logis, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai sosial, dampak terhadap masyarakat, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa UIR, yakni Marissa Ramadhani dan Minel Aprila, yang mendampingi proses diskusi kelompok, membantu fasilitasi pembelajaran, serta mendukung dokumentasi kegiatan.
Melalui program ini, pembelajaran Biologi tidak lagi dipandang sekadar sebagai proses memahami konsep, melainkan menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam merespons berbagai persoalan sosial dan lingkungan secara ilmiah.
Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi UIR dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berkelanjutan bagi sekolah mitra, dengan fokus pada penguatan Higher-Order Thinking Capacities siswa serta peningkatan kapasitas guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis Socio-Scientific Issues melalui SSI Learning System.(rls)